SMKN 4 Mataram Fasilitasi Alumni Bekerja di Luar Negeri

LOWONGAN KERJA : Kepala SMKN 4 Mataram Iwan Supriady bersama Direktur Utama PT Cahaya Lombok, Irene Yanti Manuwu. (ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – SMKN 4 Mataram memfasilitasi alumni untuk bekerja ke luar negeri dengan menggandeng salah satu perusahaan penempatan tenaga kerja Indonesia. Kerja sama SMKN 4 Mataram dengan salah satu perusahaan tersebut untuk penempatan magang siswa di luar negeri.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB H Aidy Furqan mengatakan memberikan ruang kepada sekolah seluas-luasnya untuk membangun kerja sama dengan dunia usaha, dunia industri dan dunia kerja (IDUKA), baik itu yang ada di dalam negeri maupun luar negeri.

“Kita senang jika jika SMKN 4 Mataram sudah mengambil inisiatif menyegerakan penyaluran alumninya untuk bekerja di perusahaan-perusahaan maupun IDUKA. Itu bisa menjadi model nanti dan tidak hanya SMKN 4 Mataram, tapi yang lain bisa mengikutinya,” kata Aidy Furqan.

Selain itu, ada SMKN 1Lambu sudah bekerja sama dengan Jepang untuk memberangkatkan siswa kemaritiman bekerja. Pasalnya, di Jepang, program keahlian kemaritiman banyak dicari oleh perusahaan,.

Terpisah, Kepala SMKN 4 Mataram  Iwan Supriady mengatakan, SMKN 4 Mataram ini tidak cukup meluluskan peserta didiknya lulus 100 persen, itu baru output. Namun bagaimana bisa mengantarkan supaya alumnia atau lulusannya itu terserap dalam IDUKA.

BACA JUGA :  Siap-siap, Pendaftaran Beasiswa Kemendikbud 2022 Segera Dibuka

“Alhamdulillah, ada 200 alumni SMKN 4 mataram yang kita cari untuk bekerja di luar negeri. Maka SMK itu baru dikatakan sukses jika lulusanya bisa bekerja,” ungkapnya.

Menurutnya, di tengah krisis musibah Covid-19 yang membuat perekonomian terpuruk khususnya pariwisata, maka tidak ada cara lain bagaimana alumni yang lulus dua tiga tahun terakhir ini kesulitan mencari kerja di Indonesia. Pihak sekolah kemudian mencoba memfalisilitasi mencari kerja di luar negeri, tetapi bukan sebagai pembantu rumah tangga, tetapi tenaga kerja yang memiliki sertifikat dari lembaga sertifikasi profesi. Sehingga mereka di bayar sebagai tenaga terampil.

Untuk peluang kerja ke Abu Dabi ini dikhususkan bagi mereka yang mempunyai sertifikat uji kompetensi keahlian di bidang perhotelan dan kecantikan yang nantinya diharapkan di sana tidak butuh dilatih lagi. Karena mereka sudah terlatih otomatis tidak ada lagi biaya, jadi ini tanpa biaya. Anak-anak yang sudah lulus medical check mereka nyatakan sehat langsung ditempatkan bekerja di sana tanpa melalui pelatihan dan biaya.

BACA JUGA :  Puluhan Sekolah belum Punya Kepala Definitif

“Inilah yang membuat sebuah daya tarik, makanya kebetulan juga ini informasi yang didapatkan ternyata Duta Besar untuk Emirat Arab itu orang Ampenan,” katanya.

Disebutkan, untuk yang sekarang ini dibutuhkan jurusan perhotelan 100 orang dan 100 orang kecantikan. Hanya saja, ada kendala yang dihadapi sebab ada juga orang tua tidak mengijinkan anaknya untuk merantau. Jika sampai 2 pekan ke depan rekrutmen untuk iswa alumni SMKN 4 Mataram tidak memenuhi kuota, maka kuota itu akan dilemparkan ke sekolah lain, tentu alumni yang mempunyai sertifikat. Seperti SMKN 1 Lingsar, SMKN 2 Gerung, SMKN 1 Batulayar.

“Tidak semua anak kita siap untuk meninggalkan orang tuanya. Saat ini ada 30 orang lebih alumni yang sudah mendaftar,” tutupnya. (adi)