SMKN 3 Mataram dan IKM Manfaatkan Limbah Logam Aluminium

PELATIHAN: Nampak beberapa hasil cetakan selama pelatihan digelar mampu dihasilkan oleh peserta (NASRI/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Mataram bersama Industri Kecil Menengah (IKM) yang bekerjasama dengan Dinas Perindustrian Provinsi NTB melakukan pelatihan. Pelatihan ini dalam rangka pemanfaatan limbah aluminium atau logam yang sudah menjadi rongsokan.

Salah seorang instruktur dalam pelatihan tersebut Muhamad Lahuri mengatakan, fasilitas yang digunakan cukup seadanya. Dalam pelatihan itu, pihak SMKN 3 Mataram selaku fasilitator atau sebagai tempat pelatihan hanya memiliki fasilitas bahan dasar. Seperti pemanas logam dan pemanas master.

Namun semua itu akan bisa dimanfaatkan dengan maksimal. Bahkan limbah logam yang semula terlihat tidak memiliki manfaat akan bisa bermanfaat oleh tangan-tangan dingin para pekerja.

“Kami manfaatkan limbah logam, supaya menjadi bermanfaat,” katanya, Rabu (8/3).

Dijelaskan, peleburan limbah logam ini tidak sampai menghabiskan waktu hingga berjam-jam. Waktu yang dibutuhkan maksimal 30 menit. Limbah logam itu akan sudah mencair dan siap untuk dicetak sesuai pesanan.

[postingan number=3 tag=”pendidikan”]

Katanya, cetakannya pun tidak dibuat dengan rumit. Sehingga pemanfaatan limbah logam ini akan mudah difahami oleh masyarakat yang tekun. 

Dalam pelatihan ini, pesertanya melibatkan lintas kabupaten yang ada di NTB. Diantaranya 3 orang dikirim dari kabupaten oleh Dinas Perindustrian Provinsi NTB.

Tentu pelatihan ini akan sangat bermanfaat untuk para pelaku IKM yang ada di NTB. Selain mengurangi limbah di setiap wilayah, manfaatnya juga bisa dimanfaatkan untuk berbagai logo yang berbahan logam aluminium sesuai pesanan. Misalkan logo Provinsi NTB yang ingin dibentuk, maka logo itu akan terbentuk dengan berbahan logam yang sudah dilebur. “Bisa untuk pembuatan logo dan sejenisnya yang berbahan dari aluminium,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SMKN 3 Mataram, Umar mengatakan, sebagai sekolah kejuruan yang memliki jurusan teknologi harus memiliki fasilitas terkait.  Lantaran itu, pihak-pihak terkait menjadikan SMKN 3 Mataram sebagai lokasi pelatihan.

“Pelatihan ini pasti bermanfaat untuk siswa kami juga, karena tetap akan disaksikan,” tutupnya. (cr-rie)