SMKN 1 SAKRA Siapkan SDM Pariwisata

Ahmad Sumhaka (JANWARI IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG—Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Sakra, Kabupaten Lombok Timur yang sejak 2012 lalu telah membuka Jurusan Pariwisata, bertekad siap mengisi sektor kepariwisataan di Lombok Selatan, khususnya untuk penyediaan sumber daya manusia (SDM) pariwisata.

Kepala SMKN 1 Sakra melalu Bidang Humas, Ahmad Suhmaka mengatakan, potensi pariwisata di Lombok Selatan kini sedang menjadi perhatian dunia. Hanya saja masih terkendala dengan SDM pariwisata untuk mengisi peluang bekerja di sektor pariwisata, seperti perhotelan.

Untuk itu, SMKN 1 Sakra terus melakukan peningkatan mutu kepada semua siswanya, sehingga lulusannya nanti, khususnya alumni program studi pariwisata mampu bersaing dengan SDM dari luar daerah, atau bahkan luar negeri.

Dikatakan, lulusan SMKN 1 Sakra tahun 2015 yang sedang magang di luar negeri ada sebanyak 9 orang, dan untuk tahun ini ada sebanyak 5 orang yang magang di berbagai hotel luar negeri, seperti di Malaysia dan Singapura. “Khusus di perhotelan, Alhmdulillah saat ini banyak lulusan kita yang sedang magang di luar negeri, meskipun mereka hanya lulusan SMK," ungkapnya.

Meskipun demikian, SMKN 1 Sakra belum bisa bangga dengan prestasi yang telah diraih. Saat ini yang menjadi perhatian khusus pihaknya adalah bagaimana mengisi kebutuhan-kebutuhan SDM hotel yang sudah mulai dibangun di wilayah selatan. Jangan sampai putra-putri daerah NTB kalah dengan orang luar.

“Berbicara pariwisata dan kebutuhan di daerah pariwisata di Lombok Selatan, sudah saatnya kita melakukan pembenahan dan memberikan pendidikan kepada putra-putri daerah sendiri, agar jangan sampai kalah kompeten dengan orang luar. Jangan nanti SDSM kita menjadi penonton di negeri sendiri. Ini yang harus diwaspadai,” tegasnya.

Untuk memujudkan keinginan memajukan Lombok Selatan dan mengisi kebutuhan yang ada, perlu dilakukan peningkatan fasilitas kepada sekolah yang sudah membuka jurusan pariwisata. Karena kelengkapan fasilitas akan menunjang siswa belajar, sekaligus praktiknya.

“Seperti yang kita alami sekarang. Kita (sekolah) sebenarnya membutuhkan Hotel Mini untuk dijadikan tempat praktik siswa, sebelum ereka nanti praktik keluar. Karena di SMK 1 Sakra sendiri, hampir sekitar 70 persen pelajarannya dalah praktik. Hanya saja karena keterbatasan fasilitas, kita lakukan praktik bukan di hotel, melainkan di dalam kelas saja,” pasrahnya.

Selain itu, untuk mengantisipasi adanya daerah lain yang mendominasi sebagai karyawan sektor kepariwisataan di Lombok Selatan, pihaknya juga terus melakukan sosialisasi terhadap masyarakat di selatan, agar mereka terus meningkatkan pendidikannya, terutama di bidang pariwisata. Karena kalau tidak, masyarakat selatan akan kalah dengan daerah lain. “Yang kita kawatirkan ini lulusan-lulusan dari luar seperi Bali dan lainnya yang sudah maju dunia pariwisatanya,” jelasnya.

Sementara Ketua Jurusan Pariwisata Bidang Perhotelan SMKN 1 Sakra mengatakan, sejauh ini lulusan SMKN 1 Sakra hampir 95 persen sudah bekerja, mulai dari hotel- hotel yang ada Lombok hingga ke Pulau Bali, bahkan keluar negeri.

Selain itu lanjutnya, melihat potensi-potensi yang ada di daerah Lombok Selatan, memang harus segera dipersiapkan SDM-nya. “Tapi Alhamdulillah, sejak adanya jurusan ini, siswa dan siswinya semakin bertambah dari tahun ke tahun,” jelasnya.

Hanya saja, yang masih menjadi kendala saat ini adalah kemampuan para siswa dalam penguasaan bahasa Inggris. “Namun untuk mengantisipasi itu, pihak sekolah juga telah memberikan tambahan pelajaran bahasa Inggris secara gratis,” pungkasnya. (cr-wan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid