SMKN 1 Lingsar Tengah Produksi Pesanan Motor Listrik

H. Burhan (FAISAL HARIS/RADAR LOMBOK)
H. Burhan (FAISAL HARIS/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Motor listrik karya SMKN 1 Lingsar Lombok Barat, setelah dilaunching dan dipamerkan pada momen peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-75 lalu, kendaraan listrik roda empat itu diberi nama “Lingsar”. Motor listrik tersebut mulai diproduksi masal untuk memenuhi pesanan.

Kepala SMKN 1 Lingsar H. Burhan mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan tawaran dari Gubernur dan Dikbud NTB untuk menjadikan 1000 unit motor listrik karya SMKN 1 Lingsar.

“Ini sudah kami dijanjikan oleh bapak Gubernur dan alhamdulillah kita sudah sanggupi untuk mengerjakannya,” kata Burhan  kepada Radar Lombok, Selasa (8/9).

Burhan mengatakan saat ini pihaknya sedang mengerjakan pesanan dari dari SMK seluruh NTB sebanyak 30 unit motor listrik. Kalau sudah selesai 30 unit pesanan dari SMK ini, baru akan dikerjakan pesanan dari Pemprov dan Dikbud.

Untuk memenuhi pesenanan tersebut, pihaknya diminta berkalaborasi dengan SMK lainnya, yakni melibatkan sembilan SMK.

“Untuk 1000 unit motor listrik yang nanti kami buat, kata pak Gubernur akan dikasih ke seluruh desa. Maka jadi pionernya alhamdulillah SMKN 1 Lingsar,” ujarnya.

Adapun sembilan SMK yang ikut mendukung pembuatan motor listrik tersebut, diantaranya SMKN 1 Kopang, SMKN 2 Lingsar, SMKN Pringgabaya, SMK 3 Mataram, SMKN 2 Kuripan dan SMKN 2 Gerung.

“Kesembilan SMK ini ikut terlibat dalam memproduksi sesuai keahlian masing-masing. Ada bagian kelistrikan, bagian body dan seterusnya,” terang Burhan.

Burhan, merasa bangga atas apa yang ditorehkan, bahkan karya SMKN 1 Lingsar ini sudah tersiar di tingkat nasional, baik di level Kemendikbud sudah dikagumi. Meski pada awalnya motor listrik ini dulu menggunakan tenaga surya, kemudian dikembangkan menggunakan listrik dengan beberapa inovasi yang ditambahkan.

“Alhamdulillah apa yang kami hasikan ini bisa menjadi inovasi baru. Nanti kami juga akan menambah beberapa inovasi produk lain. Tapi saat ini belum bisa kami sampaikan, insyaallah akan meledak lagi,” ujarnya.

Dengan akan melakukan beberapa inovasi baru,Burhan berharap bisa menepis anggapan jika selama ini SMK terkesan sebagai penyumbang angka pengangguran. Lewat karya-karya seperti itu lantas tidak ada lagi lulusan SMK yang menganggur.

“SMK yang dikatakan penyumbang pengangguran itu, sudah tidak ada lagi sekarang seperti itu. Kita jawab dengan perbuatan lewat karya yang kita hasilkan. Alhamdulillah masyarakat NTB kagum dengan karya anak bangsa ini,” katanya. (sal)