Smanda Klaim Tidak Jual Tiket Palsu Sheila on 7

SMANDA : Perwakilan SMA 2 (Smanda) Mataram mengklaim tidak menjual maupun mengedarkan tiket palsu Sheila on 7. (ALI MA’SHUM/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Pengusutan dugaan penjualan tiket palsu konser band Sheila on 7 yang diselenggarakan SMA 2 (Smanda) Mataram masih berproses di kepolisian. Tentang pengusutan ini, pihak sekolah selaku panitia buka suara dan mengaku sama sekali tidak menjual tiket palsu. Tiket yang disebut palsu dan beredar saat konser dilaksanakan sama sekali tidak diketahui oleh pihak sekolah. ‘’Kami sama sekali tidak tahu menahu tentang tiket palsu itu, bukan (dari sekolah),’’ ujar Wakasek Kesiswaan SMA 2 Mataram, Karsinah didampingi pengurus OSIS SMA 2 Mataram usai bertemua Wali Kota Mataram, Kamis (12/1).

Karsinah menjelaskan, sekolah mencetak sebanyak 5.500 tiket. Sementara tiket yang beredar saat konser dilaksanakan jauh melebihi yang dicetak. Pihak sekolah disebutnya sama sekali tidak mengetahui tentang adanya tiket tambahan yang dicetak. ‘’Nah, kita tidak tahu yang beredarnya berapa, kita gak paham juga dan gak hitung. Pokoknya kita tahunya nyetak 5.500 dan sudah diporporasi segitu,’’ katanya.

Tetapi muncul informasi, kelebihan tiket itu dicetak oleh internal sekolah karena tiketnya didesain juga oleh pihak sekolah. Tentang ini, Karsinah dengan tegas juga menepisnya dan menyatakan tidak ada keterlibatan pihak sekolah. ‘’Gak ada, ini panitianya anak-anak (siswa) semua. Jadi ndak mungkin anak-anak melakukan itu. Mereka ini berniat membuat nama sekolahnya bagus, naik ndak mungkin dirusak sendiri. Ini juga kegiatan yang diimpikan oleh anak-anak ini,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Sirkuit Tohpati Lebih Favorit Menggelar MXGP

Soal kasus yang saat ini tengah diproses oleh Satreskrim Polresta Mataram, Karsinah mengatakan menyatakan menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian. ‘’Kalau kita terserah polisi saja mana baiknya. Kalau kami akan dimintai keterangan ya kami akan katakan yang kami tahu,’’ imbuhnya.

Menindaklanjuti berita yang beredar, Karsinah membenarkan pihak sekolah sudah dimintai klarifikasi oleh Satreskrim Polresta Mataram. Tetapi kepolisian menanyakan tentang pajak dan izin reklame. Klarifikasi yang ditanyakan kepolisian bukan soal tiket palsu. ‘’Kami sudah dipanggil tanggal 7 (Januari) ke unit Tipidter Satreskrim. Sudah dipanggil kami, tapi bukan soal tiket palsu. Itu soal izin reklame,’’ terangnya.

Tentang kedatangannya bertemu Wali Kota Mataram, Karsinah mengatakan, dirinya bersama pengurus OSIS SMA 2 Mataram datang menemui Wali Kota Mataram yang telah mendukung kegiatan ‘’Aksi Smanda Reunion’’ dengan mengundang band papan atas tanah air. ‘’Beliau dari awal sudah membuatkan testimoni sebagai alumni dan Wali Kota serta mendukung kegiatan aksi Smanda itu. Kami sama sekali tidak membahas soal kasus itu,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Honorer Outsourching Beratkan Daerah

Dengan kasus yang diusut kepolisian, pihak sekolah tentunya akan melakukan evaluasi. Kegiatan aksi Smanda tetap akan berlanjut tetapi untuk siapa yang akan diundang tentunya melalui pembahasan lebih lanjut. ‘’Kita tentu cari respons masyarakat dulu siapa yang saat itu lagi bagus. Biasanya kita cari dari respons itu,’’ pungkasnya.

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram, H Syakirin Hukmi mengatakan, tiket  ditemukan beredar melebihi yang sudah diporporasi. Sementara sudah disepekati di awal, panitia sanggup membayar pajak terhadap kelebihan tiket yang beredar dan belum diporporasi. ‘’Itu kemarin teman-teman dari panitia SMA 2 yang berhubungan dengan BKD sudah menyelesaikan kewajibannya. Termasuk kekurangan dari hasil data antara BKD dan panitia sudah diselesaikan. Bagi kami di perpajakan sudah tidak ada masalah karena sudah diselesaikan kewajibannya. Data yang dipegang oleh BKD saat turun kalau tidak salah sampai 7 ribu (tiket). Selisihnya itu kemarin sudah dibayar juga oleh panitia. Dari segi perpajakan sudah klir dari data yang disampaikan. Termasuk yang belum diporporasi itu sudah dibayar. Itu kesepakatannya baru dia boleh masuk setelah siapa yang bertanggungjawab terhadap pajaknya. Panitia mengatakan kami yang bertanggungjawab,’’ terangnya. (gal)

Komentar Anda