SMAN 2 Mataram Runner Up Bali-Nusra Dalam Debat Bahasa Inggris

SMAN 2 Mataram Runner Up Bali-Nusra
JUARA: Dua siswa tim debat bahasa Inggris SMAN 2 Mataram mewakili timnya berfose bersama Kepala SMAN 2 Mataram Drs Sahnan MPd (peci hitam) dan pembinanya, Ihdzar Azizi. (NASRI/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Jajaran SMAN 2 Mataram kembali dibuat bangga dengan prestasi siswanya. Kali ini tiga siswanya yang tergabung dalam tim debat bahasa Inggris berhasil meraih juara dua tingkat Bali-Nusra.

“Lomba ini diselenggarakan oleh Universitas Mataram (Unram) belum lama ini,” Kepala SMAN 2 Mataram Drs Sahnan MPd mengatakan, tiga siswa yang mengikuti lomba debat bahasa Inggris tersebut terdiri dari Sharon Jodie, Aqara Waraqain dan Pramuditho Agusti Ramadhan.

BACA JUGA :  Pendidikan Jadi Nomor Satu

Ketiganya berhasil menjadi juara dua setelah bersaing dengan 40 tim debat dari berbagai sekolah yang berada di wilayah Bali-Nusra. Baginya peraihan prestasi yang didapat tiga siswanya tersebut adalah suatu hal yang cukup lumrah. Sebab, sebelum ketiga siswanya turun untuk ikut lomba, mereka semua melakukan latihan dengan intens.

“Kita bangga dengan prestasi yang diraih tiga siswa kita itu, tapi bagi kami mereka memang layak dapat juara, karena mereka latihannya cukup intens sebelum turun lomba,” sambungnya.

Adapun kompetensi yang diikuti tiga siswanya itu adalah salah satu cara meningkatkan kompetensi dan karakter siswa. Itu sebabnya, pihak SMAN 2 Mataram memperbanyak kegiatan posistif seperti ekstrakurikuler diantaranya seperti twin school, english club, kelas insan cendikia dan tim debat bahasa Inggris. Semua ini dijadikan sebagai wadah tempat siswa berkarya.

Adapun untuk memberikan dukungan yang lainnya, selain menyiapkan media tempat berkarya, pihaknya juga memberikan pnghargaan bagi siswa yang meraih prestasi. “Buat siswa itu berpresatsi adalah kewajiban kita dan prestasinya itu lagi kita berikan hadiah di sekolah,” tambahnya.

Sementara, Sharon Jodie salah satu perwakilan tim debating bahasa Inggris SMAN 2 Mataram membeberkan, lomba debat yang diikutinya tersebut memiliki tiga tahapan selama lomba berlangsung. Disebutnya, diawali dari babak penyisihan, semi final dan final.

BACA JUGA :  Pendidikan Antinarkoba Diminta Masuk Kurikulum

Dari ketiga babak tersebut tema yang disediakan panitia lomba sebagian besar dikuasainya dengan baik. Namun yang membuat timnya merasa kesulitan adalah ketika mendapat tema THW Allow Unvaccinated Children to Attend Public School (Memperbolehkan anak-anak yang tidak tervaksinasi untuk masuk ke sekolah umum).

Sementara diketahui di dalam aturan anak-anak baru bisa sekolah jika sudah divaksin atau disuntik imunisasi. Tapi mereka dapat tema yang seakan menolak tidak harus divaksin baru anak anak bisa sekolah.

“Kita dapat tema yang cukup sulit, tapi syukur kita bisa mengeluarkan alasan alasan yang logis untuk mempertahan tema yang kita dapat,” bebernya.

Senada, pembina debat Bahasa Inggris Ihdzar Azizi juga mengatakan, tema terakhir yang didapat tim binaannya memang cukup sulit. Mengingat tema yang disodorkan cukup sulit.

“Kita harus akui tema yang didapat siswa kita itu cukup sulit, karena mereka harus bisa mengeluarkan alas an-alasan yang logis untuk mempertahan temanya,” tutupnya. (cr-rie)