SMAN 2 Mataram Dukung ZAM Jadi Pahlawan Nasional

TGKH M Zainuddin Abdul Madjid
DUKUNGAN: Keluarga besar SMAN 2 Mataram menyatakan dukungan terhadap TGKH M Zainuddin sebagai pahlawan nasional. (NASRI/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Usulan dijadikannya  TGKH M Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) sebagai pahlawan nasional tidak saja datang dari masyarakat. Belakangan dukungan juga datang dari internal kalangan dunia pendidikan.

Keluarga besar SMAN 2 Mataram misalnya, di depan sekolah ini terpajang baliho berukuran jumbo foto TGKH M Zainuddin Abdul Madjid. Dalam baliho itu dipastikan keluarga besar sekolah itu mendukung penuh ulama kharismastik tersebut sebagai pahlawan nasional.

Kepala SMAN 2 Mataram, Drs. Sahnan MPd mengatakan, pihaknya mendukung sosok ini sebagai pahlawan  nasional karena dalam beberapa catatan sejarah, ZAM menghabiskan sebagian besar umurnya untuk berjuang guna kejayaan bangsa. Semua perjuangannya dilakukan mulai sejak zaman penjajahan kolonial Belanda hingga akhir hayatnya.

“Bukan hanya untuk kebanggaan sebuah daerah, tapi memang beliau sangat pantas jadi pahlawan nasional,” ungkapnya, Rabu (1/11).

Sosok ZAM juga disebut sudah banyak malang melintang melakukan perjuangan melawan kekejaman kolonial Belanda. Tidak saja secara fisik, tapi juga lewat pikiran dan materi.

BACA JUGA :  Sistem Seleksi Mandiri Tidak Kompak

Adapun bentuk perjuangan yang paling nyata, bebernya, melalui dakwah dan pendidikan. Bahkan, jenis perjuangan yang diusung ZAM tersebut masih berjalan hingga saat ini.

“Alumni-alumninya banyak yang sudah menjadi orang-orang besar dan orang-orang yang bermanfaat bagi negara,” lanjutnya.

Kepantasan sosok ZAM menjadi pahlawan nasional disebutnya tidak saja datag dari warga NTB. Pengakuan sama disebutnya datang dari berbagai wilayah di Indonesia.

Terpisah, Dewan Pendidikan Provinsi NTB, H. Syamsul Anwar mengatakan, ketokohan sosok ZAM yang diketahui sebagai pendiri organisasi NW sudah tidak bisa diragukan lagi. Apalagi upaya perjuangannya selama masa kolonial Belanda tidak bisa dianggap remeh.

Berdasarkan sejarah, sebutnya, perjuangan yang dilakukan tidak hanya sekedar materi saja. Namun perjuangan ZAM disertai dengan jiwa dan raga, termasuk juga lewat dakwah dan lembaga pendidikan.

 “Sudah saatnya semua pihak mendukung ulama sekaliber beliau menjadi pahlawan bangsa dan pahlawan nasional,” tegasnya. (cr-rie)