SMAN 1 Sikur Dituding Pungut Biaya UNBK

KLARIFIKASI: Kepala SMAN 1 Sikur, H. Sadirman menyampaikan klarifikasi terkait tudingan pungutan biaya UNBK kepada perwakilan Ombudsman NTB (Irwan/Radar Lombok)

SELONG–Kabar tak sedap menyeruak dari dunia pendidikan, tepatnya dari SMAN 1 Sikur, Lombok Timur. Kabar yang berhembus menyebutkan bahwa sekolah tersebut menarik biaya untuk pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Terhadap isu yang berkembang itu, Kepala SMAN 1 Sikur, H. Sadirman tegas menepis. Laporan yang kabarnya sudah sampai di Ombudsman NTB itu disebut mengada-ada, tidak benar. Sekolah yang dipimpinnya sama sekali tidak pernah memungut kepada siswa untuk membeli sejumlah komputer yang dibutuhkan sekolah.

“Jadi saya tegaskan tuduhan itu tidak benar. Ini kami buktikan dengan adanya surat undangan mengenai peminjaman laptop siswa,” jelasnya.

[postingan number=3 tag=”unbk”]

Ia pun menyampaikan, kala Ombudsman menyambangi sekolahnya sempat menanyai siswa terkait rumor tersebut. Namun siswa tegas menepis isu miring tersebut.

Alih-alih memungut dana dari siswa, ia menyebut biaya pembelian komputer di sekolah itu bersumber dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Lewat dana itu, jelasnya, sekolah ini sudah membeli sejumlah unit komputer. Barang yang dibeli inipun sudah disepakati bersama Komite Sekolah.

Sementara itu, Perwakilan Ombudsman NTB, Sahabudin mengatakan, pada saat melakukan pengawasan di Lombok Tengah pihaknya mendapatkan informasi jika di SMAN 1 Sikur terjadi pemungutan terhadap pelaksanaan UNBK. Berdasarkan laporan itu, pihaknya melakukan klarifikasi terkait kabar tak sedap tersebut.

“Dari pemeriksaan yang kami lakukan ternyata isu tidak benar,” sebutnya. (cr-wan)