SMALA Kembangkan Program Ecobrick

SMALA Kembangkan Program Ecobrick
PENGELOLAAN SAMPAH : Siswa SMAN 5 Mataram saat menujukkan botol bekas yang diisi sampah plastik dan akan dipergunakan untuk membuat pintu gerbang tanaman obat, rak dan kursi.( ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Permasalah sampah plastik yang terus meningkat menimbulkan dampak buruk terhadap lingkugan di tengah masyarakat. Berbagai upaya dilakukan untuk menangani masalah sampah plastik dan rumah tangga ini. SMA Negeri 5 Mataram mulai memprogramkan pengembangan Ecobrick untuk mengolah sampah plastik. Bedanya, pengelolaan sampah oleh SMAN 5 Mataram lebih kreatif. Sampah plastik dirubah menjadi batu bata ramah lingkungan atau ecobrick.

Kepala SMAN 5 Mataram, H Arofiq mengatakan, saat ini pihaknya menemukan solusi untuk mengatasi persoalan sampah. Bahkan baru dua pekan ini mengembangkan program ecobrick yang dianggap menjadi solusi masalah sampah plastik secara sederhana, namun visioner.

“Selain ramah lingkungan, program ecobrick ini mempunyai berbagai manfaat,” kata Arofiq, Rabu kemarin (25/9).

Dikatakannya, setiap siswa diminta untuk mengumpulkan plastik yang bersih diisi dalam sebuah botol bekas dan dipadatkan untuk nantinya diolah menjadi ecobrick.  Bahkan Untuk mendukung program yang baru berjalan dua pekan ini, ecobrick ini dititipkan pada tiga mata pelajaran. Untuk kelas XII pada mapel Kewirausahaan, kelas XI mapel Seni dan untuk kelas X pada mapel Agama.

“Siswa kita kurang lebih 1000 orang. Kalau satu orang menghasilkan satu ecobrick, kita punya 1000 ecobrick dan ini potensial untuk dikembangkan,” sebutnya.

Selain itu, rencana ecobrick ini akan dibuat menjadi pintu gerbang, berhubung di belakang sekolah ada tanaman obat.  Tidak hanya itu, akan dibuat sebagai tempat duduk di depan kelas dan sebagai rak buku.

“Sebenarnya kami meniru tempat lain menggunkan sampah daur ulang, supaya lebih bermanfaat,” ujarnya.

Ia menambahkan, sampah-sampah plastik yang berisi dalam botol plastik ini jika digunakan untuk membuat rak buku atau tempat duduk, seperti yang dilihat bisa kuat. Oleh sebab itu, kegiatan ini tidak lain untuk mendukung program Zero Waste yang telah dicanangkan Pemprov NTB untuk menjadikan NTB bebas sampah plastik.

“Semoga ini menjadi awal kita bebas dari sampah plastic, supaya bisa memujudukan NTB Gemilang,” harapnya. (adi)