SMA Perigi Kembangkan Pendidikan Budaya

RAPAT: Inilah suasana rapat penentuan kurikulum muatan lokal jajaran guru SMA Perigi.

SELONG—Tidak banyak sekolah yang intensif memberikan pendidikan budaya bagi peserta didiknya. Namun hal ini menjadi pengecualian bagi MSA Perigi, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur.

Kepala SMA 1 Perigi, Asri Mardianto mengatakan, pendidikan budaya bagi siswa sangatlah penting. Pendidikan budaya harus diturunkan kepada generasi muda agar mengetahui identitas kebudayaannya.

“Jangan sampai generasi kita tidak mengetahui budayanya sendiri,” ungkapnya, Kamis (1/9).

Bentuk pembelajaran budaya di sekolah ini, jelasnya, yakni dengan menjadikan materi pelajaran budaya sebagai kurikulum local. Setiap minggu, peserta didik diberikan mata pelajaran tersebut selama dua jam.

Di lain sisi, agara siswa paham  implementasi materi pelajaran budaya yang diterima, sekolah ini melibatkan siswanya dalam setiap kegiatan adat dan budaya. Misalnya, pada musim cocok tanam, siswa dilibatkan pada acara Begawe Otak Reban. Pada acara ini, siswa secara langsung bisa menyaksikan semua prosesi adat di dalamnya, termasuk pemotongan kepala kerbau. (cr-rie)