SMA dan SMK di Lotim Tetap Melaksanakan PTM Terbatas

BELAJAR : Siswa SMAN 1 Sakra saat melaksanakan PTM terbatas di sekolah. (ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK)

SELONG – Semua SMA, SMK dan SLB di Kabupaten Lombok Timur akan tetap melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di sekolah. Meskipun saat ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur menghentikan sementara PTM untuk jenjang TK, SD dan SMP, baik negeri maupun swasta sesuai SE tertanggal 05/8 Nomor : 800/2260/Dikbud.I/2021.

Dalam surat tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayan (Dikbud) Lombok Timur H Achmad Dewanto Hadi mengatakan, pemberhentian pembelajaran tatap muka yang dilakukan seteleh mencermati perkembangan Covid-19, serta hasil rapat koordinasinya dengan Satgas Covid-19 di Lombok Timur.

“Memang SE Dikbud Lotim sudah ada, tetapi SE Dikbud NTB belum ada dan masih mengacu edaran yang membolehkan PTM terbatas,” kata Wakasek Kurikulum SMAN 1 Sakra, Anwar Suhudi kepada Radar Lombok, Ahad (15/8).

BACA JUGA :  Tempat Wisata Ditutup Empat Hari

Dikatakannya, sebelum ada edaran resmi dari Dikbud NTB, pihaknya tidak berani untuk melakukan belajar daring. Namun pada prinsipnya jika Dikbud NTB mengeluarkan SE untuk dilakukan pembelajaran secara daring, maka sekolah akan siap menjalankan perintah tersebut. Penerapan protokol kesehatan (Prokes) tetap dilakukan dengan ketat. Bahkan, sistem yang digunakan PTM ini dengan shift dan block.

“Intinya sampai saat ini belum ada SE untuk melakukan pembelajaran secara daring dari Dikbud NTB,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB H Aidy Furqan mengaku terkait dengan kebijakan tersebut untuk jenjang SMA, SMK maupun SLB di Lotim menyesuaikan dengan edaran tersebut.

BACA JUGA :  SDN 1 Loyok akan Diperbaiki

“Kita menyesuikan saja untuk jenjang SMA, SMK maupun SLB di Lotim,” ucapnya.

Menurutnya, jika berada di zona darurat tentu kegiatan pembelajaran dilakukan dengan online atau dalam jaringan (Daring). Jika daerah tersebut melakukan daring, seperti di Lotim tentu akan diikuti juga oleh jenjang SMA, SMK maupun SLB di Lotim. Kendati demikian, saat ini pihaknya melakukan evaluasi terkait dengan BDR maupun online.

“Setelah melakukan evaluasi, kami akan mengeluarkan kebijakan apa yang dilakukan SMA, SMK maupun SLB di semua zona,” pungkasnya. (adi)