SMA Baru Ditaksir Telan Rp 20 Miliar

H. Muhammad Suruji (NASRI/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB merencanakan dua pembangunan SMA baru. Masing-0masing sekolah ditaksir menghabiskan anggaran Rp 10 miliar.

“Karena ada dua sekolah yang akan dibangu, jadi kita taksir anggaran yang akan dibutuhkan sekitar Rp 20 miliar,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB, HM Suruji, Jumat (21/7).

Kedua SMA yang akan dibangun rencananya berlokasi di Kota Mataram. Pembangunan ini dilatarbelakangi sengkarutnya persoalan sistem zonasi yang mulai diterapkan tahun ini.

Katanya, pada momentum Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) kemarin, pihaknya mendapat masalah serius di lapangan. Terlebih persoalan tersebut berbenturan langsung dengan masyarakat.

Untuk kesiapan anggaran, jelasnya, pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB. respon Pemprov NTB disebutnya cukup bagus dan kemungkinan bisa direalisasikan pada pertengahan tahun ajaran baru nanti.

Umumnya masalah yang dihadapi dalam sistem zonasi yakni banyak anak masyarakat yang tidak terakomodir di sekolah zona tempat domisilinya. Persoalan ini terjadi lantaran dibeberapa zona seperti Kecamatan Cakranegara dan Ampenan masih kekurangan SMA negeri.

“Wilayah Kota Mataram memang harus kita bangunkan sekolah baru, karena kalau tidak maka PPDB tahun depan juga akan tambah gaduh masalahnya,” lanjut Suruji.

Di dua kecamatan tersebut, pihaknya sudah menyiapkan beberapa pilihan lahan yang akan menjadi lokasi pembangunan. Di wilayah Cakranegara sendiri rencananya SMA baru tersebut berada di pertengahan. Begitu juga dengan yang di wilayah Kecamatan Ampenan, pihaknya sudah menyiapkan dua opsi lahan yang akan menjadi alternatif pembangunan gedung sekolah baru.

Adapun, model pembangunan sekolah baru itu akan dibangun dengan model tiga lantai. “Itulah kenapa anggaran yang dibutuhkan Rp 20 miliar,” ungkapnya.

Senada, Kabid Pembinaan SMA Dinas Dikbud NTB, H. Surya Bahari mengatakan,  rencana pembangunan sekolah baru tersebut adalah solusi menjawab kegalauan masyarakat. Baginya apa yang terjadi saat ini sebagai pelajaran sangat berharga.

“Kita akan usahakan semoga secepatnya terwujud, karena semua ini adalah kebutuhan kita bersama,” tutupnya. (cr-rie)