SLB Pertama di KLU Dibangun

TANJUNG-Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU), Dr. H. Najmul Akhyar, SH.,MH, bersama Wakil Bupati KLU, Sarifudin, SH serta jajaran, menghadiri sekaligus melakukan peletakan batu pertama pembangunan Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri di Dusun Jambianom Desa Medana, Rabu, (23/6). SLB ini merupakan SLB pertama di daerah yang baru berdiri tujuh tahun ini. “Saya memilih tanggal 17 Ramadhan ini untuk meletakkan batu pertama SLB ini untuk mencari keberkahan dari Allah SWT. Mudah-mudahan ini menjadi salah satu pemicu semangat kita untuk terus menerus berkarya dan mengabdikan diri dalam dunia pendidikan dengan lebih baik,” terang Najmul.

Menurut Najmul, SLB merupakan turunan pelayanan pendidikan secara berkeadilan. Konsep ini merupakan penempatan semua obyek dan subyek pendidikan pada porsi yang sama. “Dalam perspektif pendidikan ini terdiri dari anak-anak yang normal dan memiliki kebutuhan khusus dan ini harus kita perhatikan dan kita cermati dengan baik,” jelasnya.

Melihat kondisi ini lanjut Najmul, maka tidak ada anak di KLU yang tidak dapat dilayani dalam dunia pendidikan, karena mereka memiliki hak yang sama. “Sebab justru anak yang memiliki kebutuhan khusus inilah yang harus kita bantu dengan sungguh-sungguh supaya mereka dapat menikmati pendidikan sebagaimana mestinya,” tegasnya.

Selain itu Najmul berharap agar sekolah swasta dan madrasah inklusi di pondok-pondok pesantren yang ada dan merupakan kerja sama dengan Australia, bisa mendata siswa yang memiliki kebutuhan khusus sehingga dapat diberikan pendidikan yang sesungguhnya. “Saya juga berharap kepada instansi terkait untuk sesegera mungkin menjadikan SD pilial menjadi SD definitif, sebab anak-anak didik di daerah tersebut menuntut ilmu sangat jauh dari rumahnya dan di beberapa wilayah justru anak-anak menuntut ilmu di kabupaten tetangga, semua terjadi karena sarana pendidikan dan kesehatan tidak ada di daerah mereka dan semoga dengan adanya SLB ini masyarakat dapat menyekolahkan anaknya yang memiliki kebutuhan khusus dan pendidikan di KLU semakin maju,” tandasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga KLU, Suhrowardi menerangkan, di KLU terdapat 280 siswa yang berkebutuhan khusus. Para siswa tersebut dilayani di 23 sekolah dasar inklusi. “Tiga tahun terahir ini kita telah menggandeng beberapa LSM untuk membantu siswa kita,” katanya.

Suhrawardi menambahkan, lahirnya SLB ini adalah peristiwa besar yang  menjadi dasar dari sentra bagi sekolah-sekolah inklusi untuk melatih guru sekolah negeri dan juga dari sekolah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama RI, sehingga semua anak-anak yang berkebutuhan khusus dapat dilayani dengan baik,” ungkapnya.

Suhrawardi menerangkan, sumber anggaran untuk Pembangunan SLB tersebut berasal dari DIPA Direktorat Pembinaan PK-LK senilai Rp 2.381.060.000. (zul)

BACA JUGA :  Dewan KLU Minta Eksekusi Proyek Fisik Dipercepat