SKS Tetap Diterapkan SMAN 5 Mataram

SMAN 5 Mataram

MATARAM—Jajaran SMAN 5 Mataram pada tahun ajaran baru ini sepakat kembali terapkan Sistem Kredit Semester (SKS). Sistem ini dianggap cukup bagus dijadikan alat untuk mengembangkan mutu pendidikan.

Kepala SMAN 5 Mataram, H. Nasrudin mengatakan, selain menggunakan Kurikulum 2013 (K13), pihaknya juga tetap menerapkan SKS. Dimana sistem ini sudah diterapkan cukup lama.

“Kita satu-satunya sekolah yang menerapkan sistem ini,” jelasnya, Jumat (21/7).

Sekolah yang terletak di Jalan Udayana Mataram itu ditunjuk pemerintah pusat sebagai sekolah pilot percontohan menyukseskan sistem tersebut.

Model sistem SKS, jelasnya, tidaklah gampang dijalankan oleh sekolah, terutama siswa. Mengingat pada praktek sistem ini cukup memakan waktu bagi siswa. Baik yang kelas X, XI dan XII.

Untuk kelas X mislanya, selain harus menuntaskan pelajaran pokoknya, juga harus menuntaskan setengah dari pelajaran kelas XI. Agar bisa menuntaskan pelajaran di kelas XI, siswa kelas X harus masuk sore hari.

Begitu juga dengan siswa kelas XI. Mereka harus menuntaskan pelajaran pokoknya, tapi juga harus tuntas setengah dari pelajaran kelas XII.

“Dengan cara ini ketika siswa naik kelas paling tidak bisa memahami setengah dari pelajaran yang akan dipelajarinya,” tegasnya.

Namun ditegaskan, sistem ini cukup berat. Praktis, pihaknya tidak mewajibkan semua siswa menjalani sistem tersebut. Sistem ini diperuntukkan bagi siswa yang merasa siap dan mampu menjalaninya.

“Sangat bagus memang untuk peningkatan mutu, tapi kesannya memang berat juga makanya kita tidak haruskan untuk seluruh siswa,” tambahnya.

Sementara itu, Wakasek Humas SMAN 5 Mataram, Zuprin menambahkan, sistem ini merupakan bagian dari Kurikulum 2013. Namun ini merupakan bagian dari kemasan saja. Praktis, tidak semua sekolah mampu menerapkannya.

Tujuan sistem ini, lanjutnya, tidak lain untuk peningkatan kualitas pendidikan. Bahkan SKS ini, siswa akan mendapat ilmu lebih cepat lantaran mengejar pelajaran yang belum dipelajarinya. (cr-rie)