SK Dukungan Gerindra Dianggap Ngambang

DPP Partai Gerindra diwakili Bambang Christiono menyerahkan SK dukungan kepada Ahyar Abduh beberapa hari lalu(Yan/Radar Lombok)

MATARAM–Pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Agus MSi, menilai rekomendasi SK dukungan Partai Gerindra kepada Ahyar Abduh bernomor 03-001/B/DPP/-GERINDRA/Pilkada/2017 dilihat dari konten surat tersebut masih ngambang.
“Dilihat dari isi surat tersebut masih mengambang,” katanya, kepada Radar Lombok, Rabu kemarin (12/4).

Ada dua poin penting terdapat dalam rekomendasi SK dukungan Partai Gerindra kepada Ahyar Abduh. Poin pertama, yakni, usulan terkait rekomendasi atau persetujuan bakal calon gubernur NTB 2018-2023 kepada H. Ahyar Abduh saat ini sedang diproses di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra. Adapun poin kedua menyebutkan bahwa, sementara rekomendasi sedang diproses, Ahyar Abduh sebagai bakal calon gubernur diminta dapat memastikan koalisi partai pengusung dan bakal calon wakil gubernur selambat-lambatnya 30 hari setelah tanggal surat rekomendasi dikeluarkan.

[postingan number=3 tag=”politik”]

“Tentang rekomendasi tersebut bunyinya sedang dalam proses. Maka ini artinya belum ada SK DPP tentang rekomendasi itu. Nah saya lihat ini ngambang,” paparnya.
Ia pun berpandangan, di dalam internal Partai Gerindra terdapat dua kubu. Yakni, kubu DPD I mendukung Suhaili FT untuk diusung Partai Gerindra di Pilkada NTB. Hal itu terlihat dari kehadiran ketua umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto di kediaman Suhaili FT di Lombok Tengah.

Adapun kubu kedua, lanjutnya, yakni kubu DPC yang terus mendorong agar Ahyar Abduh didukung dan diusung di Partai Gerindra. Ini terlihat dalam penyerahan SK dukungan kepada Ahyar Abduh lebih banyak dihadiri pengurus DPC kabupaten kota tanpa dihadiri ketua dan sekretaris Partai Gerindra NTB.

“Saya kira kedua kubu tersebut terus bermanuver untuk menggolkan kepentingan masing-masing,” imbuhnya.
Menurutnya, Ahyar Abduh dan Suhaili masih sama berpeluang didukung dan diusung Partai Gerindra di Pilkada NTB. Namun pertanyaannya, apakah yang diberikan oleh DPP adalah surat jawaban kepada DPW bahwa usulan rekomendasi Ahyar sedang dalam proses atau bentuknya SK DPP tentang rekomendasi DPP kepada Ahyar sebagai calon gubernur. “Nah ini kan masih sumir,” terangnya.

Sementara itu, pengamat politik lainnya, Dr. Kadri menyatakan, Partai Gerindra lebih seksi mendukung dan mengusung Suhaili ketimbang Ahyar Abduh. Bukan tanpa alasan ia mengatakan hal tersebut. Pertama, Suhaili FT juga ketua DPD Partai Golkar NTB. Sosok ini memiliki tingkat elektabilitas dan kesukaan pemilih tinggi. Sehingga Bupati Lombok Tengah itu memiliki kans atau peluang menang cukup besar.

Kedua, posisi Wakil Bupati Lombok Tengah Lalu Fathul Bahri notabenenya kader Partai Gerindra membuat partai berlambang kepala garuda itu sangat berkepentingan menjagokan Suhaili. Andai Suhaili FT maju dan menang, maka Lalu Fathul Bahri secara otomatis naik menjadi Bupati. Tentu, itu akan memberikan keuntungan besar bagi Partai Gerindra.

Ketiga, Kabupaten Lombok Tengah merupakan daerah sangat seksi dengan investasi. Terlebih ada KEK Mandalika Resort. Sebab itu, pimpinan parpol notabenenya dikomandani pengusaha sangat berkepentingan dengan investasi tersebut.
“Makanya Suhaili FT lebih seksi didukung dan diusung Partai Gerindra,” pungkasnya. (yan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid