Situs Unram Diretas, Muncul Jokowi2Periode

Situs Unram Diretas
LAPOR POLISI : Pengurus PSI NTB melaporkan kasus peretasan situs remis Universitas Mataram ke Polda NTB. Pasalnya, di dalam situs tersebut hacker menampilkan logo partai ini. Pengurus tidak terima partai mereka dianggap sebagai pelaku peretasan situs. (Dery/Radar Lombok)

MATARAM – Situs informasi akademik Universitas Mataram diretas hacker. Tiba-tiba saja situs yang menampilkan informasi seputar akademik itu menampilkan tulisan Jokowi2periode. Ada juga logi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di tempat yang seharusnya foto mahasiswa Unram. Peretasan situs resmi Unram ini viral di media sosial. Karena merasa dicatut, PSI melaporkan kasus ini ke Polda NTB. Pengaduan oleh PSI teregister di Dit Reskrimsus Polda NTB nomor:TBLP/14/II/2019 /Ditreskrimsus.

BACA JUGA: Pelarian Dorfin Berakhir di Hutan Pusuk

Menurut Ketua DPW PSI NTB, Putrawan Tasal Sukma Prawira,  langkah hukum ini diambil karena PSI merasa dirugikan dan disudutkan. “ Ini sangat merugikan kami dan ini sudah mencemarkan nama baik partai kami,” ucapnya saat ditemui usai membuat pengaduan di Polda NTB, Jumat (1/2).

Pihak Unram sendiri mengakui peretasan ini. Situs diretas menyebabkan terganggunya sistem layanan komunikasi dan informasi online kampus. Pihak Unram mengaku ini bukan kali pertama situs Unram kena hack. Ini menandakan lemahnya sistem kemananan web Unram.

Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustik) Universitas Mataram, Cahyo Mustiko, mengatakan akan terus berbenah dan terus meningkatkan sistem keamanan web.

BACA JUGA: Sambil Menangis, Muhir Ngaku Dijebak

Aksi peretasan situs tersebut dianggap dilakukan oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab untuk menguji keamanan situs.” Hal ini memang berpotensi terjadi di universitas manapun, namun tidak patut untuk ditiru dan dibiarkan berulang. Karena yang dirugikan adalah mahasiswa yang tengah menuntut ilmu,” jelas  Cahyo Mustiko.(cr-der)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid