Siti Rohmi Resmi Diusung NW Pancor

Siti Rohmi Resmi Diusung NW Pancor
DEKLARASI : Organisasi NW telah mendeklarasikan kadernya yang akan maju dalam pilkada serentak 2018, Kamis kemarin (6/7). (AZWAR ZAMHURI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Pengurus Besar (PB) Nahdlatul Wathan (NW) Pancor akhirnya mengumumkan sikap politiknya dalam  menghadapi Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2018 mendatang.

Sebanyak 4 kader terbaiknya diputuskan ikut bertarung pada pesta rakyat tersebut. Ketua Umum Dewan Tanfiziyyah PBNW, TGH M Zainul Majdi menegaskan, NW mengusung calon sendiri setelah melalui berbagai pertimbangan. Termasuk siapa kader yang diusung, telah dipikirkan secara obyektif maupun subyektif. “Telah diputuskan NW mengusung TGH Hasanain Juani sebagai calon Bupati Lombok Barat,” ujar pria yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) itu di hadapan ribuan jamaah NW dalam acara halal bi halal dan rapat konsolidasi NW se-NTB di Narmada, Kamis kemarin (6/7).

TGH Hasanain Juani saat ini sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNW.  Hasanain juga pimpinan Pondok pesantren (Ponpes) Nurul Haramain Narmada. Keputusan tersebut ditegaskan TGB, telah final dan seluruh kader NW Lombok Barat diminta memperjuangkan kemenangan. “Untuk Lobar ini, banyak pertimbangan kita terutama soal kompetensi dan kualitas. Perjuangkanlah semaksimal mungkin untuk menang,” ujarnya.

Selanjutnya, untuk pilkada di Lombok Timur, kader yang diusung menjadi calon bupati yaitu HM Syamsul Luthfi yang saat ini  duduk sebagai anggota DPR-RI dan merupakan kakak kandung TGB.

Rekam jejak Luthfi, yang pernah menjadi wakil bupati mendampingi H Sukiman Azmy periode 2008-2013 menjadi pertimbangan. Hal itu diperkuat lagi dengan hasil survei bahwa nama Syamsul Luthfi sangat berpotensi untuk menang. “Untuk Kota Bima, kita usung H Muhammad Rum sebagai calon wali kota,” tambah TGB.

Sementara untuk pilkada NTB,  paling alot didiskusikan. Banyak suara-suara miring yang beredar. Bahkan hingga saat ini, NW  belum memastikan kadernya untuk merebut posisi nomor satu atau dua. “Dan diputuskan untuk mengusung Dr Hj Siti Rohmi Djalilah. Posisi nomor satu atau nomor dua, kita lihat dua bulan kedepan,” kata TGB yang merupakan adik kandung Siti Rohmi.

TGB menyampaikan, diusungnya Rohmi Djalilah untuk maju pada  pilkada NTB karena aspirasi jamaah yang cukup kuat. “Terutama dari kalangan muslimat NW, makanya Muslimat harus bertanggungjawab dan harus paling kuat berjuang,” ucapnya.

Menurutnya, Siti Rohmi hingga saat ini belum bisa dipastikan menjadi calon gubernur (cagub) atau  calon wakil gubernur (cawagub). Apabila elektabilitasnya tinggi, tentu akan diusung menjadi cagub. Sebaliknya, apabila sampai dua bulan kedepan elektabilitasnya rendah, tentu harus realistis untuk mengambil posisi nomor dua. Disinilah peran penting pengurus NW dari wilayah, daerah, cabang, anak cabang, badan otonom  NW dan keluarga besar NW secara keseluruhan. “Jadi, Ibu Rohmi akan menjadi nomor satu atau nomor dua, tergantung kerja bapak-ibu para jamaah,” kata TGB.

Sementara itu, Siti Rohmi Djalilah yang dimintai keterangannya bersyukur mendapatkan kepercayaan dari organisasi. Apalagi dirinya merupakan perempuan pertama di NTB yang ikut bertarung di pilkada nTB.

Menurut Rohmi, kesetaraan antara laki-laki dan perempuan harus penting dipahami. Hal yang harus diutamakan adalah kemampuan itu sendiri. Apabila seorang perempuan memiliki kemampuan, maka sudah layak bertarung di pilkada NTB. “Semoga sejarah baru ini membawa kebaikan,” ucapnya.

Terkait dengan deadline selama 2 bulan yang diberikan, Rohmi optimis bisa meningkatkan elektabilitas sesuai harapan organisasi. Apalagi, NW sendiri sangat mengharapkan untuk mengambil posisi nomor satu. Sementara untuk posisi nomor dua atau cawagub, hanya alternatif saja ketika elektabilitas calon NW rendah.

Untuk meningkatkan elektabilitas tersebut, Rohmi mengaku siap melakukan sosialisasi lebih intensif lagi agar bisa merebut hati masyarakat NTB. “Cara meningkatkan elektabilitas ya dengan sosialisasi ke seluruh NTB,” ujarnya.

Dikatakan, pencalonannya kali ini untuk dapat melanjutkan ikhtiar TGB dalam membangun NTB. Berbagai program dan kebijakan yang baik harus tetap dilanjutkan. “Visi-misi saya melanjutkan pembangunan NTB, tidak perlu berbeda,” katanya.

Sejauh ini, sosialisasi terus dilakukan. Mengingat batas waktu yang diberikan hanya dua bulan, tentunya Rohmi akan lebih giat melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Target utama tentunya menjadi orang nomor satu sesuai harapan organisasi.

Ketua Pengurus Wilayah (PW) NW NTB  TGH Mahalli Fikri yang juga  Ketua DPD Demokrat NTB menyampaikan, keputusan  NW tersebut tidak dapat diganggu-gugat lagi. “Tidak ada lagi diskusi, tapi harus mengikuti. Penting untuk kompak, semua harus sami’na waata’na,” tegas Mahalli.

Kader NW telah tersebar di seluruh pelosok kampung. Hal ini akan menjadi kekuatan yang sangat potensial jika mampu dimaksimalkan. “Soal partai, kita sedang konsolidasikan. Yang jelas, partai Demokrat pasti memberikan dukungannya kepada calon yang diusung NW,” ucap Mahalli(zwr)

Grafis Pilkada Serentak 2018
Kader NW yang Disusung di Pilkada Serentak
BACA JUGA :  Abdul Hadi Masih Jajaki Syamsul Luthfi