Siswa SMPN 7 Mataram Diajar Bule Australia

Siswa SMPN 7 Mataram Diajar Bule Australia
SUKARELA: Miss Linda mengajar siswa SMPN 7 Mataram materi speaking di kelas. (NASRI/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Ada yang menarik dalam proses belajar mengajar di SMPN 7 Mataram. Siswa sekolah ini diajarkan speaking oleh native speaker asal Australia.

Native speaker yang mengajar di sekolah itu bernama Miss Linda. Keberadaannya sebagai pengajar di sekolah ini secara sukarela.

Kepala SMPN 7 Mataram H Muhammad Sibawaih mengatakan, belum lama ini pihaknya kedatangan tamu istimewa dari Australia. Kedatangan salah seorang sukarelawan Australia tersebut untuk memberikan kontribusi positif terhadap ratusan siswa di sekolah yang dipimpinnya.

“Miss Linda akan mengajar di sekolah ini sekitar 6 bulan kedepan,” ungkapnya, Kamis (1/2).

Dari sekian banyak SMP yang ada di Kota Mataram, jelasnya, hanya sekolah yang dipimpinnya yang dipilih jadi objek tempat mengajar oleh Miss Linda. Materi pelajaran yang diberikan yakni tentang tatacara speaking yang baik dalam bahasa Inggris.

BACA JUGA :  SMK 1 Lingsar Modif Motor Jadi Mobil

Kegiatan yang baru berjalan ini, katanya, yang menjadi fokus Miss Linda adalah kelas VII dan VIII. Sementara untuk kelas IX, siswa hanya diajarkan muatan lokal bahasa Inggris, diantaranya seperti tentang pariwisata. 

Adapun kaitannya dengan manfaat kegiatan yang digelar bule tersebut, yakni siswa mendapat ilmu tentang tatacara pengucapan bahasa Inggris yang benar. Selain itu, denbgan hadirnya Miss Linda disebutnya membuat siswa lebih termotivasi belajar.

Pasalnya, yang mengajarkan siswa adalah asli warganegara yang berbahasa Inggris. Akibatnya siswa terlihat sangat menikmati. “Selain siswa dapat ilmu, siswa kita juga jadi lebih termotivasi,” tambahnya. 

Sementara itu, Miss Linda dalam bahasa Indonesia mengungkapkan, kehadirannya di SMPN 7 Mataram murni tujuannya untuk mendidik para generasi emas yang masih sangat membutuhkan berbagai macam ilmu. Termasuk juga soal bahasa, sehingga lewat kesempatan tersebut dia mengaku datang secara sukarela mengajarkan ratusan siswa setiap hari dalam hal speaking. 

BACA JUGA :  Kampus Harus Berani Terapkan Skripsi Digital

Katanya, pada kegiatan tersebut, dia memang bekerjasama dengan sebuah organisasi bernama Afex di Jakarta. Melalui organisasi tersebut dia masuk dan memilih NTB sebagai objek.

Adapun terkait latar belakangnya, dia mengaku dikenal sebagai seorang pekerja sosial. Dimana hidupnya dihabiskan di masyarakat secara umum.

Namun selain itu, dia juga bagian dari tenaga pendidik di Australia. “Saya memang senang bermasyarakat, tapi saya ingin masuk di sekolah secara sukarela,” tutupnya. (cr-rie)