Siswa SMP Negeri 7 Mataram Minati Eskul Gendang Beleq

Festival Gendang Beleq
Festival Gendang Beleq (DOK/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 7 Mataram tetap konsisten mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler Gendang Beleq bagi siswa. Pasalnya, kegiatan ekstrakurikuler tersebut membawa berkah bagi sekolah dan juga siswa SMP Negeri 7 Mataram.

“Kegiatan Eskul Gendang Beleq cukup menguntungkan bagi sekolah dan siswa. Karena itu, kami tetap konsisten untuk terus mendukung dan mengembangkan bakat siswa di esklu Gendang Beleq ini,’ kata Kepala SMP Negeri 7 Mataram, H Muhammad Sibawah, Kamis kemarin (22/3).

Dikatakannya, kegiatan eskul Gendang Beleq binaan SMP Negeri 7 Mataram cukup diminati masyarakat sekitar. Bahkan tidak jarang jasanya digunakan untuk mengisi acara pernikahan (nyongkolan) dengan disewa.

Eskul kesenian dalam hal ini Gendang Beleq yang ada di sekolah cukup menjadi perhatian masyarakat sekitar. Pasalnya, eskul bidang seni Gendang Beleq tersebut ternyata tidak hanya sebatas kegiatan biasa bagi siswa, melainkan warga mulai tertarik dengan Gendang Beleq yang ada di SMP Negeri 7 Mataram.

Menurut Sibawaih, ketertarikan masyarakat, lebih kepada karena kualitas musik dan personilnya tidak jauh beda dengan group Gendang Beleq yang senior.

“Alhamdulillah Eskul Gendang Beleq kita ini dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar dengan di sewa. Makanya siswa kami jadi cukup terbantu,” katanya.

Selain mendapat biaya sewa atau upah, siswa juga semakin memacu keterampilannya pada kesenian tradisional tersebut. Kondisi tersebut sangatlah bermanfaat untuk pihak sekolah dan siswa dan masyarakat yang menggunakan jasa dari grup Gendang Beleq siswa SMP Negeri 7 Mataram.. Pasalnya, siswa yang menjadi personil Gendang Beleq, akan menjadi semakin terampil jika kerap tampil di khalayak ramai seperti kegiatan nyongkolan yang digelar oleh beberapa pengantin.

sibawaih berharap melalui pemanfaatan jasa siswa di bidang seni Gendang Beleq oleh warga, sebagai langkah untuk semakin memperlancar keterampilan sekaligus kemampuan siswa dalam memainkan alat music tradisional Sasak, Lombok tersebut.

“Kami tidak hanya syukuri upah yang didapat siswa, tapi dengan aktifnya siswa tampil itu, akan membuat mereka menjadi terbiasa,” tutupnya (rie)