Siswa SMKN 4 Mataram Target Juara Nasional

DEBAT: Empat siswa SMKN 4 Mataram saat foto bersama kalangan guru SMKN 4 mataram (Sudir/Radar Lombok)

MATARAM—Sebanyak empat siswa SMKN 4 Mataram mewakili NTB pada lomba debat bahasa Indonesia dan bahasa asing tingkat nasional di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.  Kalangan siswa optimis bisa menjadi juara di tingkat nasional.

“Saat ini empat siswa telah dilakukan  TC di Hotel Arum Jaya Mataram,” kata pembina debat bahasa Inggris SMKN 4 Mataram,  Lalu Mawardi,  Sabtu (8/9).

Empat siswa ini akan melakoni lomba debat bahasa tingkat nasional di Bangka Belitung pada 10 sampai 15 Oktober 2016. Keempat siswa yakni,  Hilallia Mega Fitri akan mengikuti debat bahasa Indonesia, Baiq Ulfa Septi Lestari dan Roscahya Aini debat bahasa Jepang. Sementara  I Nyoman Rai Sampalan mengikuti debat bahasa Inggris.

Dikatakan, lomba ini akan dilaksanakan bertim. Tim debat terdiri dari dua dan tiga siswa. Untuk debat bahasa Jepang timnya dari SMKN 4 Mataram. Sementara debat bahasa lainnya gabungan dari siswa se-NTB.

Ditegaskan, lomba ini tidak seperti lomba lainnya. Meski lomba ini dilakukan secara tim, tapi penilaiannya tetap individual. Artinya, masing-masing peserta dari tim memiliki kans menjadi juara. Dari hasil ketentuan pusat, lomba debat ini sudah ditentukan topik atau tema  dibahas.

 Tercatat 30 topik terkini  yang telah disiapkan pusat pada lomba ini. Seperti,  keberadaan MEA bagi lulusan SMK, lulusan SMK mampu bersaing secara kompetitif di MEA.

Belajar dari lomba sebelumnya kata Mawardi, berbagai masukan dan pembinaan telah dilaksanakan. Dalam debat ini ia lebih menekankan pada satu masalah yang harus didebat. Misalnya keberadaan MEA bukan hanya menguntungkan dari lulusan SMK. Tapi bisa jadi ancaman bagi lulusan SMK karena tidak mampu bersaing di pasar global. “Ini harus difokuskan,” singkatnya.

Ia mengatakan, topik yang disampaikan pada debat harus berdasarkan fakta.  Untuk itu, ia meminta siswa  fokus mengeluarkan uneg-unegnya pada  sesuai tema yang didebatkan berdasarkan kenyataan. Bila perlu kata Mawardi, dewan juri disanggah argumennya jika tidak sesuai fakta.

“Kami ingin juri juga disanggah jika tidak sesuai dengan fakta,” tegasnya.

Sementara itu, pembina debat bahasa Indonesia Ramli Hidayat mengatakan, untuk melihat sejauh mana kemampuan siswa, pihaknya telah melakukan sparing partner dengan siswa lainnya. Tujuannya,  melatih dan mengasah kemampuan siswa. Pada lomba ini, siswa lebih ditekankan untuk menguasai topik yang didebatkan. “Harus terus digali kemampuan siswa pada 30 topik ini,” ujarnya.

Kendati demikian, 30 topik ini nanti akan diacak. Hanya saja ia ingin agar peserta waspada dengan cara mempelajari semuanya. Kini lanjutnya, sebelum terbang ke Bangka Belitung, terlebih dahulu Dikpora NTB memberikan TC selama dua hari. “Kita dua hari TC di Hotel Arum jaya,” ujarnya. (dir)