Siswa SMAN 3 Mengaku Grogi Ikuti UNBK

UJICOBA: Siswa SMAN 3 Mataram kala melaksanakan ujicoba UNBK secara mandiri. (NASRI/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Ujian Nasional (UN) sudah kian dekat pelaksananaanya. Bagi sekolah yang menerapkan UN Berbasis Komputer (UNBK), tidak sedikit siswanya yang mengaku masih grogi dan kaku menggunakan sistem tersebut.

Sepeti siswa SMAN 2 Mataram, Achmad Ali Kusuma Wardana misalnya. Siswa kelas XII IPS tersebut menyatakan momen UNBK ini membuat dirinya sedikit khawatir. “Saya cukup grogi karena say pertama kalinya mengikuti UNBK,” ungkapnya, Senin (13/2).

Ali mengaku, saat pelaksanaan simulasi UNBK, komputer yang digunakannya sempat tiba-tiba mati. Sementara teman-temannya sudah mulai menjawab, soal yang tersedia.

"Dulu ketika simulasi saja saya masih grogi, apalagi besok ketika pelaksanaan UNBK," tuturnya, Selasa (13/2).

[postingan number=3 tag=”unbk”]

Pengalaman yang demikian, ungkapnya, cukup menjadi momok. Terlebih pada pelaksanaan UNBK nanti, nilai yang diperoleh langsung keluar hari itu.

Sementara itu, Waka Kurikulum SMAN 3 Mataram, Lalu Salappudin mengatakan, kekhawatiran siswa semacam itu sudah sangat lumrah. Bahkan, ia menyebut, cukup banyak siswa yang merasa phobia dengan UNBK.

“Meski demikian, itu adalah tugas kami untuk membimbing mereka dan siap menghadapi UNBK,” ungkapnya.

Di sekolah ini, jelasnya, terdapat sekitar 430 siswa yang akan mengikuti UNBK. Untuk bisa melaksanakan UNBK, pihaknya membutuhkan sekitar 160 unit komputer 5 server dan 4 ruangan. (cr-rie)

BACA JUGA :  Kemenag Diminta Jangan Paksa Madrasah UNBK