Siswa SMAN 2 Mataram Juara Keroncong

Siswa SMAN 2 Mataram Juara Keroncong
JUARA: Siswa SMAN 2 Mataram, Christian CH (nomor tiga dari kiri, batik) dan Gina Anggraini (nomor tiga dari kanan) berfose dengan Sekda NTB H. Rossiadi Sayuti di Kantor Gubernur NTB. (Special for Radar Lombok)

MATARAM—Dua siswa SMAN 2 Mataram kategori putra dan putri tercatat meraih juara di ajang lomba keronccong Sasambo. Lomba ini dilaksanakan menyambut dan memeriahkan HUT NTB ke 59.

Kedua siswa yang berhasil meraih juara itu adalah Christian CH dan Gina Anggraini. Mereka berhasil raih juara I pada Lomba Keroncong Sasambo yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi NTB.

Ditempat yang berbeda, siswa lainnya juga meraih juara II Perkusi di momen perayaan HUT SMAN 3 Mataram atas nama Fairuz Human. Praktis, di momentum berbeda itu ada tiga sekolah ini berhasil melambungkan nama sekolah tersebut.

BACA JUGA :  Hafal 3 Juz Alquran, Diistimewakan Saat PPDB

Kepala SMAN 2 Mataram Drs Sahnan MPd mengatakan, usaha yang dilakukan selama ini disebutnya tidak ada yang sia-sia. Kerja keras yang dilakukan pihaknya telah membuahkan prestasi manis.

“Usaha dan dukungan kita selama ini tidak ada yang sia-sia. Terbukti tiga siswa kami melambungkan nama sekolah kita di tingkat provinsi,” katanya, Selasa kemarin (19/12).

Adapun sisi yang paling bermanfaat bagi Sahnan dalam meraih juara bukan hanya pada gelar yang diraih. Lebih dari itu, esensi yang ditujua adalah terwujudnya pendidikan karakter. Dimana belakangan ini Program Pendidikan Karakter (PPK) sudah menjadi kewajiban setiap lembaga pendidikan untuk mengimplementasikannya.

BACA JUGA :  Tak Ada Kata Terlambat dalam Belajar

Senada, Waka Kesiswaan SMAN 2 Mataram Sri Wahyuni mengungkapkan, prestasi yang diraih tiga siswa tersebut tidak lepas dari beberapa unsur. Diantaranya, unsur orangtua yang tidak pernah bosan menyemangati anak-anaknya. Kemudian unsur sekolah dan pribadi siswa itu sendiri yang dengan tekun dan ulet memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhannya sebelum berangkat bertanding.

Adapun dalam hal ini yang menurutnya yang paling harus diperhatikan adalah fisik siswa. Mengingat jika dari segi karakter dan mental siswa disebutnya cukup matang. Hanya saja kondisi fisik yang kadang-kadang sempat terabaikan.

“Mental dan kesiapan siswa kita tidak pernah mengecewakan, tapi kedepannya fisik siswa harus teliti juga kita perhatikan,” tutupnya. (cr-rie)