Siswa SD Diperkenalkan Cara Mencintai Uang Rupiah

Tim Ekspedisi Laskar Nusa BI NTB Datangi Pulau Bajo Pulo, Sape

Cara Mencintai Uang Rupiah
Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi NTB, Ocky Agnesia menyerahkan bantuan kepada Kepala SDN Bajo Pulo, Sape, Kabupaten Bima, Ismail dalam rangkaian Tim Ekspedisi Laskar Nusa, BI NTB dan TNI AL.

BIMA Puluhan murid murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bajo Pulo,  Kecamatan Sape, Kabupaten Bima sangat antusias mendapatkan edukasi untuk diperkenalkan cara mencintai uang rupiah. Sebanyak 70 orang murid mengikuti kegiatan sosialisasi gerakan cinta rupiah yang diselengarakan Tim Ekspedisi Laska Nusa, kerjasama Bank Indonesia dan TNI AL, bertempat di SDN Bajo Pulo, Rabu (11/4).

Bank Indonesia memberikan cara sederhana yang mudah di pahami oleh siswa SD yaitu melalui metode belajar sambil bermain mengenal uang rupiah. Murid sekolah dasar diminta untuk mengenali gambar Pahlawan Nasional yang menjadi gambar utama Uang Rupiah.

“Puluhan siswa SDN Bajo Pulo, sangat antusias dan bahagia didatangi oleh Tim memberikan edukasi tentang uang rupiah,” kata Kepala Tim Sistem Pembayaran Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTB, Ocky Ganesia yang juga menjadi ketua tim Ekspedisi Laskar Nusa, Kamis kemarin (12/4).

Ocky mengatakan, melalui permainan menyusun puzzle bergambar pahlawan nasional menjadi lebih mudah bagi siswa SD untuk mengenali mata uang rupiah. Sejak usia dini murid-murid sekolah dasar harus ditanamkan cinta kepada pahlawan nasional. Kali ini KPw Bank Indonesia Provinsi NTB mengajak murid-murid SD untuk mengenang jasa pahlawan nasional melalui Uang Rupiah. Karena gambar utama dalam Uang Rupiah adalah pahlawan nasional, sehingga murid SD dapat mengenal pahlawan nasional dari Sabang sampai Merauke. Selain gambar tokoh pahlawan dalam Uang Rupiah juga terdapat gambar Tari-tarian Nusantara sehingga murid-murid juga diajarkan untuk mengenal budaya tari-tarian di Indonesia.

“Uang rupiah ini merupakan sebagai bentuk kedaulatan NKRI, maka sejak usia dini, anak –anak harus mencintai rupiah sebagai alat pembayaran yang sah,” tegasnya.

Dalam memberikan edukasi oleh narasumber dari BI Provinsi NTB, para siswa juga diberikan cara untuk mencintai uang rupiah dengan tidak mencoret, tidak melipat dan tidak membasahi. Cara ketiga yang diajarkan adalah dengan cara mewarnai gambar dan yang keempat menyebutkan asal atau daerah pahlawan nasional melalui gambar peta. Di akhir acara siswa siswi diminta menuliskan cita-cita atau harapannya melalui permainan pohon impian.

Narasumber sosialisasi selain pegawai Bank Indonesia juga melibatkan mahasiswa dari Universitas Mataram dan Universitas Islam Negeri Mataram. Pengalaman mahasiswa dalam memberikan pengajaran turut memperkaya motivasi siswa SD untuk terus melanjutkan pendidikannya sampai ke Perguruan Tinggi (PT).

Selain memberikan layanan penukaran uang pecahan kecil bagi masyarakat di daerah kepulauan,juga diisi dengan program BI mengajar di SDN Bajo Pulo yang merupakan bagian dari Ekspedisi Laskar Nusa Bank Indonesia yang mendatangi Pulau Bajo Pulo. Ekspedisi yang mengambil tema “Rupiah Untuk Kedaulatan NKRI” juga memberikan bantuan pendidikan berupa buku bacaan perpustakaan dan alat-alat olah raga untuk tiga sekolah yaitu SDN Bajo Pulo, SMP Bajo Pulo, SD Pasir Putih.

Sementara itu, Kepala SDN Bajo Pulo, Ismail menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bank Indonesia, karena siswanya telah diajari cara mencintai Uang Rupiah.

“Kami sangat senang dan berterimakasih kepada BI NTB. Selain diberikan edukasi entang uang rupiah, juga diberikan bantuan fasilitas untuk sekolah,” ungkapnya.(luk)