Siswa Belajar di Parkiran, Komite SMPN 14 Mataram Ingatkan Pemkot

KELAS DARURAT : Siswa SMPN 14 Mataram belajar di kelas darurat yang di bangun di areal parkir. (ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Kota Mataram sebagai ibu kota Provinsi NTB masih terdapat sekolah yang belum memiliki fasilitas belajar mengajar yang memadai, seperti dialami SMP Negeri 14 Mataram.

Siswa SMPN 14 Mataram harus belajar di area parkir, karena sebagian ruang kelasnya digunakan untuk belajar murid SD Model yang hingga kini masih ‘numpang’ gedung di sekolah di Siganteng tersebut.

“Sudah tiga kepala dinas yang menjabat dari 2016 lalu sampai 2022 ini, kondisi SMPN 14 Mataram masih belajar di areal parkir,” kata Ketua Komite SMPN 14 Mataram, Hizam, kemarin.

Dikatakan Hizam, kegiatan belajar mengajar SD Model masih meminjam gedung SMPN 14 Mataram, karena direkomendasikan oleh Dinas Pendidikan Kota Mataram. Akibatnya, siswa SMPN 14 Mataram terpaksa belajar di parkiran, karena kekurangan ruang kelas. Jika sebelumnya Pemkot Mataram mencarikan gedung baru untuk kegiatan belajar mengajar murid SD Model di tempat lain, namun hingga saat ini belum ada kejelasan. Begitu juga, solusi dari Pemkot Mataram masih nihil.

Baca Juga :  Mutasi di Pemkot Mataram, Tujuh Pejabat Eselon II Berganti Peran

“Kndisi ini tentu memprihatinkan anak-anak kita yang belajar menjadi tidak nyaman. Ini namanya menzolimi hak masyarakat yang ingin menyekolahkan anaknya di SMPN 14 Mataram,” ucapnya.

Ia mengaku jika pihaknya selaku Komite Sekolah akan bersurat kepada kepala SMPN 14 Mataram tembusan ke Dinas Pendidikan Kota Mataram, agar siswa SMPN 14 Mataram kembali belajar normal menggunakan ruang kelas semestinya.

Baca Juga :  Reklame Berbau Pornografi Tuai Protes

“Perjanjiannya dulu hanya 6 bulan dipinjam oleh SD Model. Namun sampai saat ini belum ada tanda-tanda untuk pindah,” terangnya.

Terpisah, Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Mataram Hj Sabariah mengaku pihaknya terus berupaya mencari solusi terbaik untuk SD Model Mataram yang berada di Siganteng. Termasuk rencana penggabungan SD Model dengan SD yang kurang muridnya sudah dalam tahap proses. Bahkan Peraturan Wali Kota (Perwal) yang mengatur penggabungan SD Model ini sudah ada di Bagian Hukum Setda Kota Mataram.

“Kita akan menggabung SD yang kurang siswanya dengan SD Model. Sebab ada SD yang muridnya sangat kurang dan sudah layak untuk digabung,” katanya. (adi)