Sistem Zonasi Untungkan Sekolah Pelosok

Ilustrasi PPBD Sistem Zonasi

PRAYA—Sistem zonasi yang diterapkan dalam Penerimaan  Peserta Didik Baru (PPDB) oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (dikbud) NTB disinyalir berdampak positif bagi sekolah-sekolah yang ada di pelosok. Sistem zonasi ini berlaku bagi jenjang pendidikan SMA.

“Aturan PPDB tahun ini telah menguntungkan kita yang berada di sekolah pelosok, termasuk kami di Praya Timur,” kata Kepala SMAN 1 Praya Timur, Lalu Rustamaji, Senin (5/6).

Lontaran ini disampaikan pihaknya lantaran selama ini kebanyakan calon peserta didik lebih tertarik dengan sekolah yang berada di jantung kota. Lewat sistem zonasi, calon siswa tidka gtampang “loncat pagar”.

Kecenderungan calon peserta didik menjadikan sekolah di perkotaan sebagai tujuan disebutnya karena beberapa fktor. Salah satunya yakni, calon siswa silau dengan kemegahan bangunan gedung sekolah.

“Tapi mereka jarang yang melihat dan mengetahui rekam jejak prestasi di masing-masing sekolah,” ujarnya.

Pihaknya tidak mempungkiri jika prestasi sekolah di pelosok dengan di kota sama saja. Sebab di sejumlah event-event besar, prestasi yang diraih siswa di pelosok tidak kalah dengan siswa di sejumlah sekolah favorit.
Ia menambahkan, dalam aturan PPDB 2017 ini, sekolah favorit boleh menerima siswa di luar zona. Namun siswa itu tercatat sebagai siswa berprestasi. 

“Kalau tidak salah, 30 persen boleh siswa itu berasal dari luar zona atau kabupaten asal berprestasi,” bebernya.

Dalam penerimaan siswa baru mendatang, ada kebijakan dari pemerintah pusat. Dimana bagi siswa yang mengantongi kartu prasejahtera seperti Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Keluarga Harapan (PKH) tidak dibebankan pembayaran. Baik itu seperti uang pembangunan dan yang lainya.  (cr-ap)

BACA JUGA :  Bercita-cita jadi Duta Negara