Sirra Prayuna Main Ketoprak Humor di GJK

MATARAM–Alumni Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang tergabung dalam Perhimpunan Ikatan Alumni PTN se-Indonesia (HIMPUNI) menyelenggarakan pagelaran seni Ketoprak Guyonan Campur Tokoh Adhi Budaya dengan tema ‘Menyatukan Kembali Nusantara’ di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), Pasar Baru, Jakarta Pusat, Minggu malam lalu (21/8).

Cerita Ketoprak yang diambil dari cuplikan kisah Majapahit yang menggambarkan adanya ancaman perpecahan akibat pengaruh hasutan kekuasaan luar dan minimnya rasa persatuan diantara pemimpin lokal ini. Diharapkan dapat menjadi inspirasi penting bagi Indonesia dalam menjawab tantangan saat ini seperti intervensi dari negara-negara asing, terorisme dan gangguan internasional, serta berbagai persoalan interpretasi tentang nilai-nilai kebangsaan itu sendiri.

Para pemain pemain ketoprak adalah para tokoh alumni, yang saat ini berprofesi sebagai pejabat, tokoh masyarakat, pengusaha, dosen dan lain-lain. Mereka yang berjumlah 80 orang tokoh yang tampil pada pagelaran ini, diantaranya Ganjar Pranowo-Gubernur Jateng, Djarot Saiful Hidayat- Wakil Gubernur DKI Jakarta, Dwi Soetjipto-Direktur Utama PT Pertamina, Maryono – Dirut BTN, Sirra Prayuna –Pengacara Jokowi-IKA UNRAm, Budiharto-Dirut PT Adhi Karya, Nirmala Chandra Motik – Pengacara – ILUNI UI, Fauzi Bahar – Wali Kota Padang 2004-2009, Dwi Larso – Dosen SBM ITB, Haiban Hadjid (Pengusaha – Ketua Umum Keluarga Alumni Unsoed / KAUNSOED),dan para pimpinan Alumni PTN lainnya.

Bagi Sirra Prayuna, Ketua Umum  Ikatan Alumni (IKA) UNRAM ini adalah pengalaman pertamanya dalam dunia pentas panggung seni. “Main pertama kali langsung di Gedung Kesenian Jakarta, terlebih harus main bersama tokoh-tokoh publik lainnya, sungguh menjadi pengalaman pribadi yang sulit untuk dilukiskan dengan kata-kata,” kata Sirra yang siaran persnya yang diterima koran ini kemarin.

Tapi sesungguhnya yang menjadi alasan utamanya, menurut Sirra, ia senang telah menjadi bagian dari semangat dan kepedulian akan budaya bangsa dan bisa terlibat dalam melestarikan salah satu senibudaya bangsa. “Pagelaran ini benar-benar berguna untuk membangun kesadaran persatuan sebagai satu Bangsa Indonesia. Pagelaran ini pun bertujuan untuk melestarikan budaya dan juga dalam cerita pertunjukan ini mengajarkan unsur persatuan dengan penghargaan terhadap eksistensilokal,” ujar Aries Mukadi, Sang Sutradara, seniman dari Wayang Orang Bharata.

Kisahnya, berawal dari keprihatinan beberapa alumni PTN atas kondisi bangsa dan kompleksitas masalah sosial, ekonomi, politik, perbedaan agama yang ditunggangi kepentingan golongan maupun pribadi, yang berpotensi akan timbulnya gangguan keamanan yang mengarah keperpecahan dan juga keprihatinan atas lunturnya nilai-nilai luhur bangsa Indonesia maka terbentuklah Perhimpunan Ikatan Alumni Perguruan Tinggi Negeri Indonesia.

Perhimpunan ini semata mata berkiprah untukmemberikan manfaat untuk kepentingan bangsa dan almamater dengan mengajak seluruh alumni bersama sama melawan ketidakadilan, ketidak harmonisan, dan menjunjungtinggi nilai nilai luhur bangsa demi mewujudkan Negara kesatuan Indonesia yang toto tentrem kartoraharjo. (cr-wan/*)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid