Sirkuit Tohpati Lebih Favorit Menggelar MXGP

SIRKUIT TOHPATI : Sirkuit di Jalan Tohpati yang sedang dibangun jadi lokasi favorit penyelenggaraan MXGP. (ALI MA’SHUM/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Sirkuit Tohpati yang tengah dibangun oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI) NTB jadi lokasi favorit penyelenggaraan kejuaraan dunia balap motocross atau Motocross Grand Prix (MXGP) 2023. Karena lebih memungkinkan ketimbang opsi lainnya dengan menyiapkan sirkuit buatan di eks Bandara Selaparang. ‘’Mungkin tidak jadi di eks Bandara Selaparang. Tetapi kita tidak tahi pembicaraan antara IMI dengan pihak Angkasa Pura,’’ ujar Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana, Kamis(26/1).

Jika nantinya MXGP digelar di Kota Mataram, Sirkuit Tohpati yang dibangun di atas lahan 6 hektare lebih berpeluang menjadi lokasi MXGP. Karena penyelenggara bisa kesulitan dan bekerja keras untuk menyiapkan MXGP di eks Bandara Selaparang. ‘’Kalau di eks Bandara Selaparang tentu dia harus melakukan pengerukan secara masif di situ. Tentu itu akan merusak kawasan yang ada di Selaparang. Tetapi untuk sport otomotif yang lain dan tidak merusak seperti drag race atau slalom tes mungkin masih bisa di pakai di eks Bandara Selaparang,’’ katanya.

Untuk pelaksanaan MXGP. Pemkot Mataram diminta membantu dan berkomunikasi ke kementerian agar fasilitas pendukungnya bisa ditambah. Namun niatan tersebut terkendala oleh status lahan yang jadi pertimbangan kementerian. Sementara Sirkuit Tohpati di bangun di lahan bukan milik pemerintah. ‘’Biasanya status lahan itu jadi pertimbangan kementerian,’’ katanya.

Baca Juga :  Desain Perbaikan eks Pelabuhan Ampenan Belum Tuntas

Sementara untuk penamaan sirkuit yang dibangun di Jalan Tohpati, Wali Kota belum terlalu banyak berkomentar. Karena menurut dia, Sirkuit Tohpati masih bersifat tentatif. Terlebih sirkuit tersebut bukan dibangun di atas lahan milik pemerintah. Tetapi IMI NTB meminjam lahan milik pengusaha di Kota Mataram untuk membuat sirkuit di Jalan Tohpati. ‘’Kegiatannya juga masih temporer yang rencananya untuk kegiatan MXGP. Kemudian ada juga direncanakan untuk kejurnas motocross yang diadakan oleh IMI di sana. Kegiatan Porprov juga diusulkan dilaksanakan di situ. Tetapi mudah-mudahan di sana bisa jadi sport center,’’ terangnya.

Kedepannya juga belum direncanakan untuk dijadikan sirkuit permanen. Karena sangat bergantung pada putusan pemilik lahan. Sehingga ada peluang lahan yang ada berubah fungsi. ‘’Kalau itu tentunya tidak bisa juga kita paksa kalau pemilik mau merubah fungsi lahannya,’’ jelasnya.

Sebelumnya, Ketua IMI NTB, dr HL Herman Mahaputra mengatakan, Pembangunan sirkuit dengan pembiayaan Samota Enduro Gemilang (SEG) bekerjasama dengan IMI. Untuk sarana pendukung sirkuit, diserahkan kepada Pemkot Mataram. Seperti untuk pemasangan instalasi jaringan listrik, akses jalan maupun tempat berjualan UMKM dan sebagainya. ‘’Tentu kami akan dibantu oleh Pemkot Mataram. Karena event dunia itu kan perlu pendukung untuk sirkuit dan sebagainya. Kita tentunya ingin di NTB itu semakin banyak event di sini,’’ katanya.

Baca Juga :  Wajah Baru Usung Program Baru

Sirkuit di Jalan Tohpati dibangun di lahan seluas 6 hektare. Lahan tersebut milik pengusaha ternama di Kota Mataram. Sirkuit yang dibangun ini dipersiapkan lintasan sepanjang 1.200 meter atau 1,2 kilometer sesuai standar nasional. Sirkuit di Jalan Tohpati ini berpeluang menjadi lokasi penyelenggaraan kejuaraan dunia balap motocross atau  MXGP). Karena tahun ini, Provinsi NTB dipastikan menjadi tuan rumah MXGP untuk dua seri tahun 2023. Yakni di Sirkuit Samota Kabupaten Sumbawa yang digelar 25 Juni. Lalu satu seri digelar di Lombok tanggal 2 Juli. ‘’Bisa jadi nanti digelar di sana (sirkuit di Jalan Tohpati). Di sini  akan kita adakan road to MXGP. Akan banyak kegiatan di sini,’’ terangnya. (gal)

Komentar Anda