Sirkuit MXGP Samota Ditergetkan Rampung Empat Minggu

Zulkieflimansyah (Faisal haris/radar lombok)

MATARAM – Pengerjaan sirkuit event Motocross Grand Prix (MXGP) di kawasan Samota Kabupaten Sumbawa ditergetkan akan rampung dalam waktu empat minggu atau satu bulan ke depan. Pasalnya sirkuit ajang motocross tidak sesulit sirkuit MotoGP, sehingga relatif lebih cepat terbangun.

Gubernur NTB Zulkieflimansyah mengatakan, Tim Infront MXGP selaku promotor MXGP sudah datang langsung ke kawasan Samota pada akhir pekan lalu bersama desainer sirkuit untuk melihat dari dekat lokasi MXGP. Lintasan sirkuit sudah mulai dikerjakan sehingga secara terus menurus akan dipantau. ‘’Mudah-mudahan sesuai rencana empat pekan ke depan sirkuit sudah selesai. Dan yang mendesain sirkuit MXGP seluruh Indonesia juga datang kemarin. Lintasan sirkuit sekarang juga sudah mulai pengerjaan di sana. Nanti seperti di Mandalika, setiap hari ada drone yang menggambarkan perkembangannya,’’ ujar Zulkieflimansyah, kemarin.

Zulkiefli juga menegaskan untuk pengerjaan paddock MXGP Samota juga butuh waktu sekitar 4 minggu. Apalagi proses pengerjaan sirkuit MXGP tidak serumit seperti sirkuit MotoGP yang ada di Mandalika. Meski demikian, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, yaitu runway bandara di Sumbawa harus diperpanjang dan overlay ditingkatkan, rumah sakit harus tipe A, listrik tak boleh mati dan jaringan telekomunikasi. “Positioning MXGP dan MotoGP beda. Kalau MXGP lebih kepada alam terbuka. Dan panitia merasa cocok di sana, alhamdulilah kita fasilitasi kemarin kunjungan lapangan,” tuturnya.

Sementara untuk fasilitas pendukung lain, kata Zulkiefli juga terus dibenahi sambil berjalan. Mengingat gelaran ajang balap motorcross kelas dunia itu akan berlangsung pada 24-26 Juni 2022 mendatang. “Kita juga terus berbenah untuk fasilitas lainnya. Yang jelas empat minggu kedepan Sirkuit sudah dapat diselesaikan,” pungkasnya.

Ketua Harian Persiapan MXGP Samota, dr. Lalu Herman Mahaputra menyatakan tiket kejuaraan dunia motocross akan segera dijual. Penyelenggara akan segara membahas mengenai masalah penjualan tiket, paling lambat minggu. Di mana penyelenggara akan melibatkan pihak yang profesional untuk penjualan tiket. Sementara itu, harga tiket MXGP Samota direncananya akan dibandrol mulai Rp 100 ribu. “Terkait dengan tiketing, dalam waktu dekat kita akan bahas. Kalau tidak minggu ini, Insya Allah minggu depan paling lambat dan kita akan mencoba meng-hire yang memang profesional terkait tiketing,” ungkapnya.

BACA JUGA :  201 Personel Brimob Polda NTB Dikirim Bantu Pengamanan PON Papua

Pria yang biasa disapa dokter Jack ini mengatakan, dalam penjualan tiket MXGP nanti tidak bisa sembarangan asal jual tiket saja. Namun bagaimana juga dapat mempromosikan pariwisata Sumbawa dan NTB supaya orang datang dapat berkujung ketempat wisata tidak hanya sekedar nonton balapan saja.  Sehingga pihak  penyelenggara akan menggandeng platform digital untuk penjualan tiket MXGP Samota seperti tiket.com. “Tapi ini nanti kita akan dibicarakan dalam rapat yang akan digelar paling lambat pekan depan,” ucapnya.

Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) NTB ini memastikan bahwa harga tiket MXGP Samota sangat terjangkau bagi masyarakat yang hendak ingin menyaksikan langsung para pebalap menjejel sirkuit Samota. Kemungkinan tiket akan dijual mulai harga Rp 100 ribu. “Jadi harganya terjangkau kanyak kelas festival mungkin nanti kita jual mulai harga Rp 100 ribu,” sebutnya.

Dikatakan, dr. Jack, minimal jumlah penonton MXGP Samota sebanyak 50.000 orang dan dapat bertambah maksimal 100.000 orang. Sehingga jumlah tiket yang akan dijual nanti akan disesuaikan dengan jumlah penonton. “Karena soal penonton ini kita disini nanti akan tetapkan. Minimal 50 ribu penonton dan bisa bergeser maksimal 100 ribu,” katanya.

BACA JUGA :  Pemprov NTB akan Tindaklanjuti Penghapusan Pegawai Honorer

Terlebih, menurutnya, venue lokasi sirkuit MXGP Samota cukup luas sehingga dapat menampung hingga orang hingga 100.000 lebih. “Dan ternyata bagus sekali lokasi sirkuitnya. Serta sangat disukai oleh Infront Moto Racing sebagai promotor MXGP. Lokasinya berada di Bukit Teletubies dengan kontur perbukitan yang naik turun yang cukup luas bisa,” ucapnya.

  1. Jack yang juga direktur RSUD Provinsi NTB ini mengatakan, pihaknya juga telah menyiakan medical center untuk perhelatan MXGP Samota dengan lokasi akses medical center tersendiri. “Jadi medical center kita juga sudah siapkan,” katanya.

Jack juga menegaskan bahwa dalam penyiapan medical center ini khusus disiapkan untuk event MXGP tidak kemudian membawa medical centar yang ada di Sirkuit Mandalika. Terlebih di kabupaten Sumbawa sebagai lokasi tuan rumah MXGP memiliki rumah sakit dua yang jyva disiagakan. Yakni Rumah Sakit HL Manambai Abdulkadir dan RSUD Sumbawa. RS Manambai sendiri dijadikan rumah sakit rujukan untuk pembalap MXGP yang mengalami kecelakaan. “Kita nanti pakai alat-alat kesehatan disana. Kalau nanti ada yang kurang kita suport dari RSUD Provinsi. Dan kita jadikan RS Manambai menjadi rumah sakit rujukan MXGP. Kalau tak tertangani di sana, baru dirujuk ke RSUD NTB. Kita juga nanti akan turunkan tim dokter, tapi rasionya paling banyak dari Pulau Sumbawa dibandingkan dari pulau Lombok,” terangnya.

Untuk mendukung proses penanganan medis, sambung dr. Jack, pihaknya juga akan menyiapkan helipad atau landasan untuk helikopter. “Tapi kita siapkan yang standar. Dan nanti kita usahakan efesiansi biaya dalam pembangunan helipad,” pungkasnya. (sal)