Sinyal Kuat Zul-Rohmi Jilid II

HADIR: Gubernur NTB Zulkieflimansyah tampak hadir dalam peletakan batu pertama Gedung NWDI Center NTB di Mataram, Selasa (18/1). Tampak TGB Muhammad Zainul Majdi dan Anggota DPR RI Syamsul Lutfi mendampingi. (IST/FB ZULKIEFLIMANSYAH)

MATARAM – Kedekatan TGB Muhammad Zainul Majdi dan Zulkieflimansyah beberapa hari terakhir, dinilai menjadi sinyal kuat Zul-Rohmi Jilid II untuk Pilkada NTB 2024.

Pengamat Politik UIN Mataram Agus, M.Si berpandangan, tidak bisa dipungkiri kedekatan TGB dan Zul sudah terjalin sejak cukup lama. Sehingga kedekatan kedua tokoh ini akan menjadi salah satu pertimbangan TGB nantinya memutuskan apakah duet Zul-Rohmi berlanjut atau tidak. “Ini jadi sinyal kuat Zul-Rohmi lanjut jilid II,” terangnya.

Zul sendiri diketahui hadir langsung dalam peletakan batu pertama pembangunan Gedung NWDI di Mataram. Kemudian berlanjut ngopi bareng di salah satu cafe. “Ini adalah bagian dari komunikasi politik,” ucap pengajar UIN Mataram tersebut.

BACA JUGA :  Berkarya Muchdi PR Sesalkan Usulan PAW Tak Direspons

Namun demikian, apakah akhirnya Zul-Rohmi dipaketkan kembali tentu ditentukan oleh bagaimana komitmen dan kesepakatan politik yang diperoleh melalui komunikasi politik yang intens sejak sekarang. Tetapi poinnya adalah, sulit untuk tidak membaca bahwa ada nuansa politik dari pertemuan Zul dan TGB itu, karena yang bertemu dan berkomunikasi ini aktor politik. Apalagi TGB sebagai ketua ormas NWDI, tempat bernaungnya Sitti Rohmi Djallilah. Dan apa yang menjadi keinginan TGB sebagai tokoh sentral, biasanya akan menjadi keputusan organisasi. Termasuk arah dukungan ormas NWDI terhadap Zul-Rohmi di Pilkada NTB 2024.

“Nah, dari pengalaman pemilu sebelumnya, keputusan ada di TGB. Biasanya TGB mengambil keputusan di akhir perjalanan nanti. Jadi elite yang mendekat ke TGB memang harus tekun dan sabar,” terangnya.

BACA JUGA :  Luthfi Deklarasi Tanggal 10 November

Senada dengan itu, Pengamat Politik UIN Mataram lainnya, Dr Kadri mengungkapkan, dengan kedekatan Zul dan TGB, maka tidak ada alasan untuk Zul-Rohmi pecah kongsi. Faktor kedekatan keduanya akan menjadi salah satu pertimbangan kemungkinan berlanjutnya duet Zul-Rohmi di Pilkada NTB 2024.

Namun demikian, tentu ada faktor dan pertimbangan lainnya dalam menentukan Zul-Rohmi Jilid II. Di antaranya elektabilitas pasangan calon, parpol koalisi dan pertimbangan politik lainnya. “Tetapi sejauh ini saya melihat tidak ada alasan kuat Zul-Rohmi untuk berpisah atau pecah kongsi,” pungkasnya. (yan)