Simpan Pinjam Terdampak Covid, Koperasi Didorong Jalankan Sektor Riil

Kepala Dinas Koperasi UKM Lobar H. M. Fajar Taufik memberikan sambutan pada pelatihan perkoperasian di Hotel Montana, Kamis (19/8/2021).

GIRI MENANG–Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kabupaten Lombok Barat (Lobar) memberikan perhatian serius terhadap kondisi koperasi di tengah pandemi covid-19 ini. Khususnya koperasi yang melaksanakan usaha simpan pinjam.

“Saya memahami koperasi di Lobar ini mengalami pengurangan usaha. Banyak kredit macet, banyak yang menarik tabungan. Tentu tidak boleh melarang orang tarik tabungan. Ini dirasakan oleh hampir seluruh gerakan koperasi di Lobar. Sehubungan dengan hal tersebut. Saya dengan teman-teman memikirkan bagaimana cara agar koperasi di Lobar mampu bertahan di tengah siuasi pandemi covid-19 ini. Yaitu dengan menjalankan usaha sektor riil atau jasa usaha lainnya,” ungkap Kepala Dinas Koperasi UKM Lobar H. M. Fajar Taufik saat membuka Pelatihan Perkoperasian Bagi Pengurus/Pengawas Koperasi di Hotel Montana, Senggigi, Kamis (19/8/2021).

Diungkapkan, dari 520 koperasi di Lobar, hanya 163 yang aktif. Kemudian dari yang aktif tersebut, nyaris 79 persen masih melaksanakan usaha simpan pinjam. Sehingga jika tetap bertahan, maka tidak akan meningkatkan usaha di tengah pandemi ini. Untuk itu koperasi didorong mengembangkan usaha sektor riil.

Di antaranya dengan merangkul pelaku UKM menjadi anggota koperasi; menyediakan kebutuhan UKM sehingga usaha koperasi juga tumbuh. Pihaknya berkomitmen agar gerakan usaha sektor riil ini bisa menjadi kebijakan daerah. “Saya akan ajukan ke Bapak Bupati untuk gerakan riil koperasi ini,” jelasnya.

Untuk itu lanjut Taufik, ia tidak ingin pelatihan yang anggarannya bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) ini hanya seremonial saja. Harus ada output yang jelas. “Jadi nanti kurangi teori, perbanyak diskusi bagaimana mengembangkan usaha sektor riil,” pungkasnya. (RL)