Silat NTB Gagal Amankan Target

BANDUNG–Cabang olahraga (Cabor) pencak silat NTB gagal mempertahankan dua medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 Jawa Barat. Pesilat NTB hanya mampu meraih 1 medali emas lewat Maryati. Sementara 2 pesilat lainnya kandas saat pertandingan di Graha Laga Satria ITB Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Sabtu kemarin (24/9).

Diketahui, medali emas disumbangkan Mariati di kelas 70-75 kg. medali ini diraih setelah di laga final menumbangkan atlet tuan rumah Jawa Barat, Sofani Rahmalianti, dengan skor 5-0.

Di partai semifinal, pesilat NTB lainnya, Indiriya Milasari yang menjadi andalan di kelas 65-70 kg secara mengejutkan tersungkur. Akan halnya dengan Nurhaeda melaju ke final dan turun di kelas 60-65 kg. Pesilat ini  kalah dari atlet DKI Jakarta, Pipiet Kamelia. Atlet pelatnas itu masih terlalu tangguh bagi Nurhaeda setelah menang menyakinkan 5-0.

Pelatih pencak silat NTB, Dedy S Darere selepas pertandingan rupanya tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Menurut Dedy, Nurhaeda seharusnya bisa meraih medali emas.

”Ya, tentu kami kecewa dengan hasil ini karena kami tidak bisa memenuhi target yang menjadi andalan kita. Indriya Milasari gagal di partai semifinal saat melawan tuan rumah, kemudian nurhaeda juga gagal di partai final saat meladeni DKI,” sesal Dedy.

Ia mengatakan, banyak faktor yang membuat gagal mempertahankan dua medali emas. Salah satunya, subjektivitas wasit di kelas Milasari. “Nurhaeda tadi di final tidak bisa menerapkan strategi yang saya instruksikan,” sesalnya lagi.

Sementara itu, Sekertaris IPSI NTB, Burhanudin mengatakan, kegagalan pencak silat mempertahankan dua medali emas dipengearuhi beberapa factor. Namun jika dilihat saat Indriya Milasri bertanding, pihaknya kecewa karena kemampuan atlet andalannya itu tidak keluar semuanya. (cr-adi)