Sidang Kasus Penghinaan Jokowi Digelar Lagi

Penghinaan Jokowi
HINA : Imran Sasmi, bersama pengacaranya saat lanjutan sidang penghinaan Jokowi di Pengadilan Mataram kemarin. (Dery Harjan/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Muhannan, kuasa hukum terdakwa penghinaan Presiden Jokowi, Imran Sasmi, menilai Jaksa Penuntut Umum (JPU) keliru atas dakwaan terhadap kliennya. Dia menganggap dakwaan JPU tidak jelas.Keberatan ini disampaikan Muhannan dalam eksepsi di persidangan kedua di Pengadilan Negeri (PN)  Mataram.

Sidang kali ini dipimpin ketua majelis hakim Nyoman Ayu Wulandari.” Yang harus majelis hakim ketahui terdakwa adalah anak biasa yang kesehariannya bekerja sebagai tukang parkir. Terdakwa tidak terlibat sebagai relawan calon presiden dan bukan dari partai politik atau oposisi. Terdakwa hanya ingin melampiaskan janji pemerintah yang sangat terlambat menyalurkan bantuan gempa,” kata Muhannan.

Terkait dakwaan JPU yang menyebut terdakwa membenci Jokowi dan postingan yang diunggahnya ke media sosial hingga membuat permusuhan dianggap Mahannan tidak jelas.

Sebab JPU tidak menguraikan secara jelas kelompok masyarakat mana yang menjadi bermusuhan akibat postingan tersebut.

“Sepatutnya dakwaan JPU dikategorikan sebagai dakwaan yang tidak jelas (Obscuur libel),” ungkapnya.

Atas dasar itu ia meminta kepada majelis hakim yang menyidangkan perkara tersebut menerima eksepsi pihak terdakwa dan menyatakan surat dakwaan JPU batal demi hukum.

Majelis hakim kemudian memberikan kesempatan bagi JPU untuk menanggapi eksepsi tersebut. JPU yang diwakili oleh Ema Muliawati mengatakan belum siap menanggapinya. “ Minta izin satu minggu yang mulia untuk menanggapinya,” ungkap Ema.

Imran didakwa telah dengan sengaja menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan.

Postongannya berbunyi “Bodohnya orang islam yang memilih Jokowi, dasar munafik”.

Kalimat itu diposting   melalui media sosial Facebook pada Jumat 18 Januari 2019 lalu dengan nama akun “Imran Kumis”.(cr-der)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut