Sidak Daging Impor Bersama Polisi, Dinas Pertanian Diprotes

DAGING IMPOR: Petugas saat mendatangi salah satu distributor daging sapi impor di Selagalas, Kota Mataram, Jumat (1/10). (DERY HARJAN/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Sat Reskrim Polresta Mataram bersama Dinas Pertanian  Kota Mataram mengecek salah satu distributor daging sapi  impor di Selagalas, Kota Mataram, Jumat (1/10).

Saat petugas datang sempat terjadi ketegangan. Sebab pemilik usaha protes karena kerap kali didatangi petugas. Terlebih kini melibatkan juga pihak kepolisian. Pemilik usaha, Guruh mengatakan bahwa pihaknya sebelumnya pernah didatangi oleh petugas dari Dinas Pertanian terkait surat izin. Pihaknya pun langsung memprosesnya tetapi ternyata tidak semudah yang dibayangkan.

Meski begitu pihaknya tetap berupaya. Hal yang disayangkan kemudian adalah tindakan dari Dinas Pertanian yang melibatkan Kepolisian untuk mengecek tempat usahanya. Mestinya kata Guruh jika ada permasalahan izin, maka Dinas Pertanian tak perlu melibatkan Kepolisian. “Kita sudah urus semuanya. Kalau pun masih ada yang kurang mohon kita diarahkan. Tak perlu sampai melibatkan Kepolisian. Seakan-akan kita ini penjahat,” protesnya kepada petugas.

Baca Juga :  48 Lingkungan Mataram Zona Merah

Guruh meminta kebijakan kepada pemerintah agar diberikan segala kemudahan dalam berusaha. Sebab untuk bertahan saja di kala pandemi itu berat. “Jangan kita dipersulit,” pintanya.

Kabid Peternakan pada Dinas Pertanian Kota Mataram drh Diyan Riyatmoko yang turun ke lokasi memberikan penjelasan bahwa pihaknya melibatkan kepolisian sebatas untuk pengamanan saja. “Sementara kami datang ke sini hanya untuk melakukan pengecekan,” ujarnya.

Diyan memberitahukan bahwa untuk kuota daging impor yang masuk ke Mataram itu dijatahi sekitar 30 ton per bulan. Pihaknya kemudian melakukan sidak guna mengantisipasi adanya daging impor ilegal. “Sebab jika ilegal itu tidak dapat terdeteksi dan dikhawatirkan nantinya terjadi over supply. Jadi kita mengunjungi beberapa tempat untuk memastikan jangan sampai nanti sudah ada 30 ton ada masuk yang tidak terdeteksi,” ujarnya.

Baca Juga :  Satgas Covid Nasional Umumkan Mataram Zona Orange

Kedatangannya juga bertujuan mengingatkan pemilik usaha untuk melengkapi beberapa surat izin. Untuk prosesnya kata Diyan tidak sesulit yang dibayangkan.

Tidak lama setelah ketegangan itu terjadi, Kasat Reskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa pun turun ke lokasi. Ia pun berusaha mencairkan suasana. Kadek Adi memberikan penjelasan kepada pemilik usaha agar jangan salah mengartikan kedatangan Polisi ke tempatnya. “Kita datang untuk melakukan pengecekan guna memastikan bahwa daging yang disimpan dalam freezer baik, sehat dan layak untuk dimakan,” kata Kadek Adi. (der)