Siap-siap, Akan Ada Mutasi Lagi

H. Moh. Taufiq (ZUL/RADARLOMBOK)

GIRI MENANG– Bupati H. Fauzan Khalid berencana merombak lagi susunan pejabat di SKPD. Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Lobar seperti disampaikan Ketuanya, H. Moh. Taufiq sudah melakukan tiga kali rapat membahas hal tersebut. Diperkirakan sekitar 80 pejabat eselon II, III dan IV yang akan dirombak. “Perkiraan sekitar 80 orang. Jadi nanti ada yang promosi, mutasi dan bisa juga demosi (diturunkan ke jabatan lebih rendah). Kemudian tidak menutup kemungkinan ada yang dinonjobkan. Yang eselon II bisa juga nanti ada demosi,” ujar Taufiq saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (17/3).

Menurut Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lobar ini, perombakan ini untuk kebutuhan organisasi. Tidak ada kaitannya dengan politis atau Pilkada 2018. Semua berdasarkan kinerja dan juga hasil assessment yang dilakukan November 2016. Selain memang sesuai arahan Menteri dalam Negeri (Mendagri) belum lama ini kata Taufiq, jangan menunggu tahunan untuk merombak pejabat. Kalau memang kinerjanya tidak bagus, bisa diganti kapan saja.

[postingan number=3 tag=”mutasi”]

Seperti diketahui, pada Januari 2017, Pemkab Lobar memutasi 800 lebih pejabat yang diklaim berdasarkan assessment juga. Lantas kenapa sekarang assessment kembali akan dijadikan acuan? Diterangkannya, assessment itu berlaku dua tahun. Bisa jadi pada mutasi Januari lalu ada kekeliruan penempatan pejabat, tetapi kalau kekeliruannya hanya 10 dari 800 orang, itu wajar karena banyaknya pejabat yang harus dimutasi di tengah waktu yang mepet. Dikarenakan ada kekeliruan, maka itupun akan diperbaiki. “Ya kesempatan kita sekarang untuk memperbaikinya. Senin atau Selasa rencananya kita akan serahkan nama-nama ini ke pak Bupati. Untuk waktu mutasinya, tentu nanti kewenangan pak Bupati untuk menentukan,” jelasnya.

Salah seorang sumber yang terpercaya mengatakan, mutasi berdasarkan hasil assessment ini diduga syarat permainan. Karena pejabat terkait tidak mengetahui hasil assessment tersebut, hanya Bupati dan Baperjakat yang mengetahui. Lantas di mana transparansinya.

Menanggapi hal ini, Taufiq meminta kepada pejabat terkait untuk bertanya langsung ke Bupati berkaitan dengan hasil assessment-nya. Karena untuk diumumkan hasil assessment tentu tidak memungkinkan, hanya pimpinan saja yang tahu. Sehingga jika pejabat terkait tidak percaya dengan hasil mutasi, silakan minta di bupati, menghadap langsung. “Minta di bupati, nanti akan ditunjukkan hasil assessment-nya, layak tidak di jabatan itu,” jelasnya.

Lebih lanjut ditambahkan pria yang juga lama menjabat Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Lobar ini, total 80 pejabat yang rencananya akan dirombak tersebut, bukan termasuk dari 10 pejabat hasil seleksi terbuka awal maret tersebut. Adapun 10 pejabat tersebut sudah melewati seleksi ketat di tim panitia seleksi. “Ya kita berikan kesempatan untuk bekerja dengan sebaik-baiknya dulu kepada mereka, tetapi nanti kita akan evaluasi mereka,” tandasnya. (zul)