Siang Warga Banyak Keluar, BINDA NTB Gelar Vaksinasi Malam

VAKSINASI MALAM: Selama bulan Ramadan, warga banyak yang beraktifitas di siang hari, maka BINDA NTB gelar vaksinasi malam, menyesuaikan pola kegiatan masyarakat. (binda ntb)

MATARAM–Saat ini pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan pelonggaran kegiatan masyarakat selama bulan puasa Ramadhan, untuk salat tarawih berjamaah dan mudik lebaran tahun ini. Artinya, mobilitas dan interaksi sosial meningkat pesat di bulan puasa hingga lebaran nanti.

Mengantisipasi hal ini, Badan Intelijen Negara (BIN) mengembangkan program vaksinasi hingga malam hari, menyesuaikan dengan pola kegiatan masyarakat selama bulan puasa. Program ini hasil penyesuaian dengan pola kegiatan masyarakat selama bulan puasa.

“Prinsipnya sama, kita jemput bola. Karena pada bulan Ramadhan masyarakat banyak keluar pada malam hari, maka kami Binda NTB berkolaborasi dengan Dikes dan TNI – Polri menggelar vaksinasi di malam hari,” ungkap Kabinda NTB, Wara Winahya dalam keterangan persnya di Kota Mataram, Sabtu (9/4).

BACA JUGA :  BINDA NTB Target 6.000 Dosis Vaksin Setiap Hari

Kegiatan vaksinasi pada malam hari ini dipusatkan di masjid, mushola dan posko bersama di setiap Puskesmas.

Contohnya rencana pelaksanaan nanti malam setelah Sholat Taraweh di halaman Masjid YAUMUL RAHMAD Lingkungan Larema Kelurahan Simpasai Kecamatan Woja Kabupaten Dompu.

“Tim vaksinasi Binda NTB di Kab Dompu didukung oleh Dikes Dompu dan PKM Dompu Barat Kec Woja akan memberikan vaksin booster kepada masyarakat setempat di masjid dirangkaikan dengan pembagian paket Sembako bagi kaum duafa/ peserta vaksin Boster,” ujarnya.

Lebih jauh, Wara menerangkan, vaksinasi jemput bola ditambah dengan pemberian paket sembako ini bertujuan agar masyarakat semakin termotivasi untuk menerima vaksin.

Disamping itu untuk meningkatkan capaian target wilayah sebelum lebaran. Dengan demikian, penyebaran virus Covid-19 termasuk subvarian Omicron BA.2 dapat dicegah.

BACA JUGA :  Ratusan Peserta Ikuti Vaksinasi yang Digelar RSUP NTB, Tuwa Kawa dan Mi6

“Adanya syarat vaksinasi bagi masyarakat yang ingin mudik Lebaran terlihat juga mendorong animo masyarakat untuk melakukan vaksinasi di gerai-gerai yang kami buka,” terangnya.

Bahkan, lanjut Wara menjelaskan animo masyarakat juga masih tinggi pada siang hari di waktu puasa. Seperti capaian hari Jumat kemarin, kurang lebih sebanyak 5.600 orang menerima vaksin.

Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat sudah paham bahwa vaksinasi ini tidak membatalkan puasa sebagaimana fatwa MUI.

“Peran aktif seluruh masyarakat seperti ini juga sangat diperlukan dalam pelaksanaan vaksinasi ini, agar kekebalan komunal masyarakat NTB dapat terbentuk dengan baik,” tutupnya. (RL)