Setubuhi Anak Perempuannya, Mahmun dan Anak Laki-lakinya Dituntut 15 Tahun

Ilustrasi pemerkosaan. (DOK JAWAPOS)

MATARAM–Sidang perkara dugaan persetubuhan terhadap anak kandung bernama Bunga (samaran) yang dilakukan Mahmun memasuki agenda tuntutan di Pengadilan Negeri Mataram, Rabu (17/11).

Tidak hanya Mahmun, anaknya yang laki-laki yaitu Alfandi juga turut mencabuli Bunga sehingga turut mengikuti sidang tuntutan. Tuntutan terhadap kedua terdakwa dibaca secara bergantian oleh jaksa penuntut umum.

Dimulai dari terdakwa Mahmun oleh jaksa yang diwakili Muhammad Taufik Ismail, terdakwa Mahmun dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana persetubuhan. Hal itu sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 76 D Jo Pasal 81 ayat (1) dan ayat (3) UU RI No 23 Tahun 2002  tentang Perlindungan Anak. Kemudian Pasal 8 huruf a Jo Pasal 48 UU RI No 23 Tahun 2004 tentang Penghapus Kekerasan dalam Rumah Tangga. “Menjatuhkan pidana oleh karenanya kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 15 tahun dan denda Rp 50 juta subsider 6 bulan kurungan,” ujar JPU sebagaimana dikutip dalam berkas tuntutan.

BACA JUGA :  Rumah Pengedar Sabu di Abian Tubuh Digerebek

Tuntutan terhadap terdakwa Mahmun ini juga berlaku bagi terdakwa Alfandi. Dalam menuntut terdakwa, JPU mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan. Hal yang memberatkan yaitu terdakwa masih ada hubungan darah dengan korban. Kemudian akibat perbuatan terdakwa tersebut korban mengalami gangguan psikis. “Adapun hal yang meringankan yaitu terdakwa mengakui perbuatannya dan menyesal,” ujarnya.

Terhadap tuntutan JPU tersebut, terdakwa melalui penasihat hukumnya, Deny Nur Indra akan mengajukan pembelaan secara tertulis. “Mohon waktunya selama seminggu yang mulia,” pintanya.

Sebagaimana dalam dakwaan JPU pada sidang sebelumnya terdakwa Mahmun ini melakukan persetubuhan  terhadap Bunga secara berulang-ulang. Kejadiannya yaitu pada 16 dan 17 April 2021 di Pasar Duman, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Kemudian 19 April 2021 di rumahnya. Setelah itu pada 22 April 2021 di Pasar Duman. Modusnya yaitu terdakwa mendatangi Bunga pada saat tidur dan tidak ada orang lain. Usai melakukan aksi bejatnya terdakwa kemudian meminta Bunga tidak bercerita kepada siapapun terkait apa yang dilakukannya.

BACA JUGA :  20 Orang Terjaring Operasi “Jaran”

Bunga pun menuruti permintaan terdakwa karena takut. Sebab terdakwa ini kerap melakukan aksi kekerasan terhadapnya. Sementara terhadap terdakwa Alfandi, juga sama. Ia menyetubuhi adiknya sendiri secara berulang kali. Aksi pertama pada 2019 dan yang terakhir pada April 2021 di rumahnya. Aksi yang terakhir yaitu pada April 2021. (der)