Setelah Mendaftar, Ratusan Calon Marshal MotoGP Dapat Pelatihan

Rekrutmen Dilakukan Tertutup

DILATIH: Para peserta atau calon marshal saat dilakukan tes sweb sebelum mengikuti pelatihan, Selasa kemarin (6/4). (M HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYAPersiapan untuk perhelatan event MotoGP yang berada di KEK Mandalika sudah mulai dilakukan saat ini. Bahkan persiapan tidak hanya dilakukan terhadap infrastrktur seperti sirkuit, akan tetapi saat ini sudah mulai diberikan pelatihan kepada ratusan calon marshal yang bertugas saat pagelaran bergengsi nanti.

Plt Asisten II Sekda Lombok Tengah, Tri Widiastuti menegaskan bahwa saat ini ada sekitar 500 peserta yang ikut pelatihan. Dari jumlah tersebut, nantinya akan dilakukan seleksi untuk mencari marshal yang jumlahnya sekitar 300 hingga 350. Dimana dari ratusan peserta yang ikut ini, memang sebagian besar merupakan warga Lombok Tengah. “Jadi rekrutmen untuk calon marshal ini sebelumnya bekerjasama dengan Poltekpar, Ikatan Motor Indonesia (IMI) kemudian para pemuda. Jadi ini kenapa tidak terbuka, karena memang sangat mendesak dan kalau terbuka gitu maka susah, perekrutan itu sudah ada kelompok-kelompok yang menangani,” ungkap Plt Asisten II Sekda Lombok Tengah, Tri Widiastuti, Selasa kemarin (6/4).

Pihaknya menegaskan bahwa, sebelumnya memang diutamakan bagi para pemuda dan pemudi yang berada di Kecamatan Pujut. Dimana setelah dilakukan pelatihan, maka akan dilakukan seleksi. Untuk saat ini para peserta masih sebatas perkenalan seputar tugas dari marshal ini. “Jadi kalau pendaftaran memang ada kelompok-kelompok yang mengmpulkan data itu, tapi yang jelas 60 persen dari Lombok Tengah. Kita berdoa saja semoga putra dan putri daerah kita bisa lolos seleksi, karena memang peroses ini masih panjang untuk bisa menentukan mereka lolos seleksi,” tegasnya.

Sementara itu, Head Operation Sporting Mandalika International Street Circuit, Dyan Dilato menegaskan, untuk menghadapi event MotoGP ini memang saat ini ratusan pemuda-pemudi dilatih pendidikan Marshal. Jumlah peserta ada sekitar 450 orang yang sebagian besar kelompok pemuda yang di dididik untuk memahami tugas dan fungsi Marshal. “Setelah pelatihan ini, maka akan ada lagi pelatihan lanjutan. Namun nanti setelah sirkuit jadi,” ungkap Dyan Dilato.

BACA JUGA :  Baliho Desain Poltekpar di Desa Puyung Dibakar

Ia menegaskan bahwa para petugas Marshal ini sebagian besar adalah pekerja sukarela yang bertanggung jawab atas keselamatan para pesaing balap motor. Mereka ditempatkan di berbagai titik berbahaya disekitar trek balap, untuk membantu mereka jika terjadi tabrakan, kecelakaan, atau masalah trek lainnya. “Marshal juga dikenal sebagai pekerja lapangan, pekerja sudut , kru sudut , marshal belok , marshal sudut, pekerja keselamatan lintasan atau dalam reli  marshal. Setiap Marshal harus memahami tugas dan fungsinya, terutama memahami penggunaan bendera yang ada saat event,” terangnya.

Ditegaskan juga untuk menjadi marshal harus smart dan lincah, karena seorang marshal terutama flag marshal bisa memegang sampai delapan bendera dengan warna yang berbeda “Jadi dia harus terus memperhatikan jalannya race terutama di dalam areanya,” tegasnya.

Ia menjelaskan warna-warna bendera yang di pegang oleh flag marshal atau petugas bendera mempunyai arti sendiri-sendiri, antara lain bendera merah yang artinya balapan dihentikan semua pembalap kembali ke grid  atau Pit. Bendera kuning  artinya hati-hati ada kejadian didepan pembalap tidak boleh menyalip misalnya terjadi insiden tabrakan, dan lainnya. “Bendera kuning strip merah dikibarkan apabila didalam lintasan ada benda misalnya pecahan dari bagian body kit mobil, ada oli di lintasan dan lain sebagainya. Bendera hijau menandakan lintasan aman, boleh menyalip. Bendera putih artinya selain kendaraan pembalap ada kendaraan lainnya didalam sirkuit, misalnya  ada mobil derek, ambulance,” terangnya.

Sementara bendera hitam yaitu bendera dikibarkan selalu diikuti papan no star peserta, karena adanya hukuman atau diskualifikasi, peserta tersebut harus keluar dari lintasan. Bendera biru dikibarkan untuk memberitahukan kepada pembalap bahwa di belakangnya ada mobil yang akan over lap. Sedangkan bendera hitam bulatan orange  berfungsi untuk memberikan perintah untuk segera masuk ke pit dan selalu diikuti oleh papan no start. “Selain flag marshal ada beberapa petugas marshal yang bertugas di dalam lintasan sirkuit, Course Marshal bertugas menjaga lintasan agar selalu dalam keadaan layak untuk lomba dan membantu apabila ada kendaraan peserta yang mengalami gangguan. Paddock Marshal  apabila diperlukan membantu peserta, baik itu informasi dari pimpinan lomba atau hal-hal lain selama peserta berada di paddock area,” tegasnya.

BACA JUGA :  Nyawa Anak Terancam, Minta Darah, Ditolak UTD Loteng

Ia  menegaskan untuk Pit Marshal membantu dan menjaga area pit agar senantiasa dapat digunakan oleh peserta. Sehingga peserta yang akan ke grid, posisi tidak mengalami  hambatan. Lap Scorres memberitahukan jumlah lap yang sudah dilalui kepada peserta dan  Starter dan Finisher  adalah bertugas melakukan tanda start dan finish kepada peserta. “Jadi yang dilatih sekarang ini sebanyak 450 orang dengan sistim gelombang, agar tidak terjadi kerumunan. Jarak satu peserta dengan yang lain juga diatur, di sirkuit Mandalika nanti kita  membutuhkan tenaga 340 orang. Namun yang  daftar 500 sehingga akan ada yang gugur, kita punya sekitar 17 pos dan satu pos itu 10 orang Marshal,” ungkapnya.

Disampaikan juga bahwa seorang Marshal dituntut disiplin dan kerja keras. Sebelum pertandingan Marshal harus stand by di pos masing masing, dan akan di cek oleh petugas kesiapannya. “Mereka harus berdiri dipinggir lintasan untuk di cek kesiapannya, baru kemudian ditempatkan di pos masing masing,” tegasnya.(met)