Seru Jamaah Doakan Permata Maulana Syaikh

HULTAH : Puncak Hultah NWDI ke 87 dihadiri puluhan ribu jamaah bertempat di GOR Hamzanwadi Pancor, Minggu (18/9). (M GAZALI/RADAR LOMBOK)

SELONG – Puncak Hultah NWDI ke 87 dihadiri puluhan ribu jamaah bertempat di GOR Hamzanwadi Pancor, Minggu (18/9).  Acara itu juga dihadiri para tamu undangan, mulai dari kalangan pejabat, ulama, termasuk juga jajaran pengurus NWDI.

Ada hal menarik yang disampaikan Ketua Umum PB NWDI  TGKH Zainul Majdi atau yang karib disapa TGB ketika memberikan pengajian umum. Di awal penyampaiannya, TGB mengajak para jamaah untuk mendoakan dua putri sang pendiri NWDI yaitu Hj Sitti Rauhun Zainuddin Abdul Madjid dan Hj Sitti Raihan Zainuddin Abdul Madjid. Seruan TGB ini lantas disambut takbir dan tepuk tangan dari para jamaah. “Semoga kedua Ummi kita dipanjangkan umur dan disehatkan dan diafiatkan oleh Allah SWT,” ucap TGB.

Ummi Rauhun dan Raihan, lanjut TGB, merupakan permata, penghibur dan sebagai pendoa untuk semua jamaah dalam memperjuangkan NWDI ke depan. “Amin, amin ya rabbal alamin,” TGB menyambung doanya.

Dalam kesempatan itu juga, TGB menyampaikan beberapa poin penting berkaitan organisasi. Pertama, pentingnya memperluas relasi dalam organisasi. Yang jernih harus diberi ruang untuk mengalir. Sebab, jika tersumbat maka kejernihannya akan hilang, manfaatnya pun akan berkurang. Tidak ada satupun di negara kesatuan republik Indonesia ini yang bisa berjalan dan berdiri sendiri, sehingga perlu kiranya silaturrahmi antar umat tetap terjaga guna tetap pada prinsip fastabiqul khoirot. “Bahkan singa, untuk menjadi raja hutan, mereka tidak statis dan diam di sarangnya sendiri,” TGB beristilah.

Baca Juga :  Kampung Lobster Jerowaru Kirim 88.651 Kg Lobster ke Jakarta

Lebih lanjut disampaikan TGB,Maulana Syaikh selalu mengajarkan tentang prinsip ahlussunnah waljamaah. Makna ahlussunah waljamaah harus betul-betul dipahami makna dan artinya. “Ahlussunah adalah mereka yang mengerti sunnah. Baik itu sunnah nabi, sunnah sahabat dan jalan hidup pada ulama. Jangan mengaku ahlussunnah kalau masih saling menyakiti,” ujar TGB.

Semua itu, imbuh dia, harus dilandasi dengan keikhlasan dan keyakinan. Terutama dalam memperjuangkan NWDI seperti yang telah diajarkan oleh Maulana Syaikh. “Amalkan apa yang telah kita dan diajarkan oleh Maulana Syaikh,” tutupnya.

Gubenur NTB, Zulkieflimansyah dalam sambutannya mengaku takjub setelah menyaksikan dan merasakan sendiri kehangatan serta kemeriahan Hultah NWDI di daerah ini. Apalagi ia menjumpai banyak stand-stand yang buka di sepanjang jalan hingga di area Hultah itu. “Saya yakin jika Maulana Syaikh masih hidup saat ini, beliau akan tersenyum melihat anak cucu dan  murid-muridnya telah mampu mendistribusikan, menyalakan banyak hati untuk membebaskan manusia dari kebodohan,” salutnya.

Baca Juga :  Desa belum Tuntaskan Laporan, Penyaluran DD Terganggu

Lebih lanjut, Gubernur juga menilai bahwa NWDI kali ini sangat bersejarah semenjak Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) TGKH Muhammad Zainul Majdi atau yang sering disapa TGB itu mendeklarasikan satu visi yang luar biasa. “NWDI itu bukan organisasi orang Lombok Timur, NWDI bukan organisasi orang Lombok, NWDI bukan organisasi orang NTB, NWDI bukan organisasi yang ada di Kalimantan, Batam dan Papua,” cetusnya.

Dijelaskannya, NWDI adalah organisasi yang menghimpun, menginternalisasi ajaran-ajaran Maulana Syaikh untuk disebar. Tidak hanya di pulau Lombok, NTB ataupun hanya di Indonesia tetapi di seluruh dunia. Selain itu, ia berharap supaya kegiatan hiziban tidak hanya digaungkan oleh orang-orang Lombok yang ada di Papua, tetapi nantinya kegiatan itu juga digaungkan oleh orang Papua sendiri. Seperti halnya, kegiatan Hultah tidak hanya dirayakan di Lombok saja, melainkan di Kalimantan, Sulawesi, Batam, Aceh, Jawa, bahkan di seluruh Indonesia. “Sehingga ajaran Maulana Syaikh bisa disebarkan di seluruh penjuru dunia,” tutupnya. (lie)

Komentar Anda