Serapan Pembelian Bulog Masih Dibawah 50 Persen

BULOG
BULOG

MATARAM–Serapan pembelian gabah petani oleh Perum Bulog Divis Regional (Divre) Provinsi Nusa Tenggra Barat (NTB) masih jauh dari harapan. Hingga melewati semester I tahun 2017, atau tepatnya tanggal 10 Juli, serapan pembelian gabah petani masih dibawah 50 persen dari total target pengadaan di tahun 2017 yang sebanyak 184 ribu ton setara beras.

Perum Bulog Divre NTB hingga tanggal 10 Juli 2017, baru mampu menyerap pembelian gabah petani sebanyak 68.158 ton setara beras. Jumlah tersebut tentunya masih di bawah yang semestinya bisa diserap oleh Perum Bulog disaat masih ada masa musim panen raya Juli ini.

“Serapan pembelian gabah petani di NTB sudah 37 persen diatas serapan nasional yang masih disekitaran angka 35 persen,” kata Kepala Perum Bulog Divre NTB, H. Achmad Ma’mun, Selasa kemarin (11/7).

Ma’mun mengatakan, serapan pembelian gabah petani masih terkendala harga yang jauh diatas harga pembelian pemerintah (HPP). Dimana harga jual petani untuk gabah kering panen (GKP) sudah diatas Rp4.000/kg. Kendati demikian, Perum Bulog Divre NTB terus gencar melakukan pembelian ke petani dengan mengoptimalkan peran dari 122 mitra usaha dan juga tim satgas pembelian gabah petani dari internal Perum Bulog Divre NTB.

Perum Bulog NTB, lanjut Ma’mun terus berupaya secara intensif turun langsung ke petani untuk menyerap gabah petani dengan harga sesuai meknisme pasar asalkan sesuai standar yang telah ditentukan. Dengan jumlah serapan pembelian gabah petani tertanggal 10 Juli yang mencapai 68.158 ton setara beras, atau sebesar 37 persen telah menempatkan Provinsi NTB di peringkat 5 besar nasional sebagai daerah penyerap terbaik pembelian gabah petani.

Dimana posisi pertama ditempati Provinsi Jawa Timur dengan total realisasi sebanyak 406.020 ton setara beras dari target 906.236 ton setara beras, Provinsi Jawa Barat dengan serapan sebanyak  247.299 ton setara beras dari total target sebanyak 611.365 ton, Provinsi Jawa Tengah berhasil menyerap sebanyak 235.217 ton setara beras dari total target 602.275 ton setara beras, Provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 175.568 ton setara beras dari target pembelian di tahun 2017 sebanyak 418.525 ton setara beras, dan peringkat kelima ada Provinsi NTB dengan serapan sebanyak 68.158 ton setara beras dari total target di tahun 2017 sebanyak 184 ribu ton setara beras.

“NTB masuk peringkat lima besar nasional dengan serapan diatas nasional mencapai 37 persen, sementara nasional baru 35 persen,” ucap Ma’mun.

Ma’mun memastikan stok cadangan beras yang ada di Perum Bulog NTB saat ini cukup aman untuk kebutuhan pangan hingga 8 bulan kedepan. Jumlah tersebu juga terus bertambah, mengingat setiap harinya rata-rata pembelian Bulog bersama mitra sebanyak 400 ton. Dengan demikian stok cadangan pangan NTB terus bertambah, seiring serapan pembelian gabah petani yang terus berjalan setiap harinya.

“Untuk stok pangan insya Allah aman hingga Februari 2018 mendatang. Kami juga terus melakukan pembelian dengan mengoptimalkan mitra dan satker yang ada di Bulog,” pungkasnya. (luk)