Serapan Naker MotoGP Diproyeksi Tiga Kali Lipat dari WSBK

Sirkuit mandalika (ist)

MATARAM – Serapan tenaga kerja pada perhelatan MotoGP Maret 2022 mendatang diprediksi bisa mencapai 3-4 kali lipat dari serapan tenaga kerja pada event World Superbike (WSBK) November lalu. Pada event WSBK saja serapan tenaga kerja mencapai 7.980 orang.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinasnakertrans) Provinsi NTB I Gede Putu Aryadi menerangkan, realisasi serapan tenaga kerja pada perhelatan MotoGP nanti sangat ditentukan oleh jumlah kunjungan tamu atau penonton. Misalnya jumlahnya 20 ribu orang pada WSBK, maka jumlah kebutuhan pekerja untuk sektor pariwisata adalah sepertiga dari jumlah tamu tersebut, yakni serkitar 7.000 orang lebih dan belum termasuk sektor-sektor pendukung lainnya. Kalau MotoGP nanti jumlah tamunya mencapai 200 ribu, maka serapan tenaga kerja bisa mencapai 60 ribu orang.

BACA JUGA :  Pasokan Telur Luar Dibatasi Masuk NTB

“Pada WSBK saja sudah 7.000 orang lebih. Nanti bisa 3 – 4 kali lipat dari itulah kira serapan tenaga kerjanya. Terlebih saat ini semua hotel di Pulau Lombok sudah mulai beroperasi,” kata I Gede Putu Aryadi, Kamis (30/12).

Selain itu, sesuai kalender event akan ada banyak yang akan berlangsung, tentu kebutuhan tenaga kerja di semua sektor akan meningkat. Karena itu, diharapkan pandemi terus melandai, sehingga aktivitas ekonomi terus tumbuh yang membuka kesempatan kerja bagi masyarakat. Hal tersebut juga bisa berimbas pada penurunan jumlah tingkat pengangguran terbuka (TPT) sesuai rilis BPS membuktikan bahwa penyerapan naker di mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Artinya nanti pada tahun 2022 itu sudah sedikit angka TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka). Sekarang ini sampai dengan data terakhir TPT NTB pada angka 3,02 persen. Sementara target RPJMD pada tahun 2021 ini adalah sebesar 3,30 persen dari angkatan kerja.

BACA JUGA :  NTB Bersiap Gelar Kejuaraan Dunia Motocross MXGP di Samota

“Tahun 2022, mudah-mudahan TPT kita di bawah 3 persen. Terlebih banyak sekali proyek strategis yg berhasil di bawa ke NTB,” ungkapnya.

Saat WSBK, penyerapan tenaga kerja mencapai 7.980 orang, diluar sektor formal ada juga kesempatan kerja di sektor informal, seperti di home industri yang sudah mulai tumbuh. Berdasarkan data BPS pada Februari 2021 angka pengangguran terbuka di NTB sebesar 3,95 persen, yaitu sebanyak 109.074 orang dengan tamatan Universitas paling tinggi sebesar 7,07 persen. Muncul banyak peluang dan kesempatan kerja baru yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi. (dev)