Sepi Pengunjung,Kawasan Wisata Perlu Ada Event pada Low Season

Perlu Ada Event pada Low Season
SEPI : Beberapa wisatawan yang melintas di kawasan wisata Gili Trawangan menunjukan masih sepinya angka kunjungan. (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Awal tahun menjadi masa low season yang berulang-ulang terjadi di kawasan wisata tiga gili. Musim tahunan ini pun membuat para pelaku wisata mengalami kerugian. Apa yang dirasakan pelaku wisata tidak pernah adanya terobosan dari daerah untuk mencegah terjadi low season tersebut. Para pelaku wisata sangat mengharapkan dari pemerintah daerah agar melaksanakan event-event pada musim sepi tersebut.

“Mungkin persoalan pada anggaran, karena biasanya realisasi anggaran itu pada pertengahan tahun. Kalau awal tahun masih sedikit sekali. Kita ingin membuat event itu pada saat low season, sehingga low season tahun berikutnya tidak terjadi seperti ini,” ucap Kades Gili Indah Kecamatan Pemenang H Taufik, Kamis (8/3).

Untuk mengadakan event-event itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Lombok Utara harus bisa bersinergi dengan pelaku-pelaku pariwisata. Misalkan, ambil contoh pada objek wisata Kerujuk yang telah menggandeng travel agen untuk mendatangkan wisatawa ke sana. Bahkan, Pokdarwis di sana pihaknya mendukungnya. Selain itu, daerah ini bila perlu mengadakan event setiap minggu dengan tarian atau peresean. “Ini pun tidak melulu dilakukan di tiga kawasan wisata itu, bisa dilakukan di objek-objek wisata lainnya. Biar objek-objek wisata baru ini terus dikenal, nanti imbasnya akan ada ke tiga gili untuk menginapnya,” terangnya.

Jika pun menunggu realisasi anggaran dari daerah cukup lama dan pada waktu realisasi sudah ramai wisatawan berdatangan. Tidak ingin berlama-lama, pemerintah desa dengan pelaku wisata akan menggelar event pentas budaya dalam waktu dekat ini. “Kita akan melaksanakan bulan ini, mudah-mudahan Sabtu pekan ini,” ungkapnya.

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Disbudpar Lombok Utara terkait hal ini. Rencananya akan ada Gili Begawe atau Festival Gili dalam waktu dekat. Menurutnya, masa low season akan berlangsung pada awal tahun mulai Januari hingga April. Untuk itu event-event pariwisata perlu digelar pada rentang waktu ini sebagai daya tarik bagi wisatawan.

Untuk event-event lain, pemdes memiliki beberapa event yang rutin digelar setiap tahun seperti triathlon dan mandi safar. Namun event-event ini sudah memiliki jadwal tetap sehingga tidak bisa digeser pelaksanaannya pada awal tahun. “Dua event ini sudah ada jadwal tetapnya. Masing-masing di akhir tahun,” terangnya.

Sementara itu, Kabid Promosi dan Pemasaran Pariwisata Disbudpar Lombok Utara Setiadi mengatakan, pada awal tahun ini memang pihaknya tidak bisa melaksanakan event-event tersebut sebab anggaran akan bisa tereksekusi pada pertengan tahun. Selain itu, pada awal tahun seperti ini para wisatawan lebih banyak bekerja dan pendidikan. “Tapi, pada awal tahun ini lebih banyak mendatangkan para investor untuk berinvestasi, seperti beberapa pekan belakangan ini,” katanya.

Tidak hanya itu, sepinya angka kunjungan juga masih berpengaruh atas batuknya Gunung Agung Bali. Sehingga banyak negara yang menjadi atensi, meskipun saat ini sudah ada beberapa negara yang mencabut warningnya. “Kalaupun kita mengadakan event tahun, kita perlu mencari inovasinya seperti apa nantinya,” pungkasnya. (flo)