Sepi Pengunjung Pelaku UMKM MotoGP Merugi

Hj Baiq Diah Ratu Ganefi
Hj Baiq Diah Ratu Ganefi

MATARAM – Perhelatan MotoGP 2022 di Sirkuit Mandalika Lombok telah sukses digelar. Meski begitu, tidak sedikit para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang ikut mensukseskan seri balap motor dunia tersebut menelan kekecewaan. Sebabnya,  produk yang sebelumnya diyakini bakal laris manis justru  tidak laku terjual karena sepi pengunjung ke stand pameran tempat mereka jualan. 

“Dibalik suksesnya ervent MotoGP itu ada UMKM kita yang harus gigit jari, karena banyak dagangannya tidak laku. Ini perlu mendapatkan perhatian serius pemerintah daerah,” ungkap Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) NTB Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi, Kamis (24/3).

Dikatakan Diyah, persoalan banyaknya pelaku UMKM yang rugi akibat minimnya pengunjung yang datang ke stand mereka, harusnya sudah bisa dihindari, jika saja pemerintah melibatkan semua organisasi terkait, diiringi dengan pembagian tugas dari masing-masing stakeholder yang terlibat saat event berlangsung. 

BACA JUGA :  DPC IWAPI KLU Dikukuhkan

Diah mencontohkan organisasi seperti Kamar Dagang Indonesia (Kadin), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), serta Organisasi Angkatan Darat (Organda), IWAPI dan juga lainnya, sebaiknya memiliki job desk dan tanggung jawab masing-masing. Sehingga jika terjadi masalah lebih mudah untuk diselesaikan, karena setiap organisasi sudah memiliki tanggung jawab sendiri.

Misalnya, Kadin tugasnya apa, IWAPI tugasnya apa, supaya  jika nanti ada komplain maka dialah yang bertanggung jawab. Jadi jangan sampai lokasi UMKM itu tidak dilalui oleh penonton, sehingga merugikan pelaku UMKM.

Sebenarnya, kata Diah, pemerintah dan penyelenggara MotoGP sudah diingatkan akan ada tiga klaster penonton saat seri MotoGP berlangsung. Klaster pertama murni yang hanya ingin menonton MotoGP, klaster kedua penonton yang ingin menyaksikan MotoGP sekaligus jalan-jalan, serta klaster ketiga penonton menyaksikan MotoGP dan berbelanja. Dengan begitu harusnya penonton ini dipetakan berdasarkan klasternya, agar UMKM yang terlibat ikut merasakan berkah MotoGP Mandalika.

BACA JUGA :  IWAPI NTB Siap Cetak 5 Ribu Wirausaha Baru

“UMKM kita dimana, penontonnya dimana, tentu kalau kita pelaku usaha yang di lapangan akan melihat alurnya kemana, venuenya dimana, maka para UMKM ini bisa bernegosiasi, minimal titik standnya sangat dekat dengan penonton. Itu harusnya dipikirkan pemerintah,” ujarnya.

Bahkan dihari pertama event MotoGP, hampir semua UMKM tidak dapat berjualan. Begitu juga hari kedua ada penjualan tapi sedikit. Sementara hari ketiga penjualan cukup banyak, namun tidak semua dirasakan UMKM. Terlebih UMKM yang berada di luar Sirkuit Mandalika, seperti pelaku UMKM di Islamic Center, Loang Balok dan Taman Sangkareang dan eks Embarkasi Haji di BIZAM Lombok sepi dari pembeli.

“Bahkan ada laporan jika di empat titik tersebut UMKM yang jualan tidak mendapat omzet sama sekali. Sebab tidak ada pengunjung yang datang ke stand mereka,” tuturnya. (cr-rat)