Sepeda Listrik NTB Belum Miliki Legalitas

SEPEDA LISTRIK : Trend permintaan sepeda listrik selama pandemi meningkat. Hanya saja,masih terkendala legalitas. (DEVI HANDAYANI / RADAR LOMBOK)

MATARAM – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menggenjot produksi sepeda listrik buatan lokal. Bahkan sepeda listrik buatan lokal banyak diminati, termasuk sepeda listrik buatan NTB selama pandemi meningkat. Hanya saja masih belum memiliki legalitas dan standarisasinya, sehingga terkesan sepeda listrik produksi daerah ini masih ‘bodong’.

Kepala UPT Science Technology and Industrial Park (STIP) NTB, Rony Yuhaeri mengatakan, untuk produksi sepeda listrik buatan IKM NTB terus digenjot sekarang ini. Tetapi yang perlu dilakukan adalah menyelesaikan untuk legalitas dan standarisasinya. Karena IKM sepeda listrik NTB ini belum bisa di produksi skala besar.

“Kemudian juga sarana dan prasarananya yang memang masih dalam riset. Kalau untuk produksi dibutuhkan banyak peralatan dan sarana prasarana yang standar juga,” kata Rony Yuhaeri, Rabu (9/6).

BACA JUGA :  OJK dan Industri Jasa Keuangan Bantu Korban Bencana di Bima

Untuk trend permintaanya sendiri memang cukup bagus selama pandemi Covid-19, baik dari dalam dan luar negeri. Terlebih untuk di luar negeri memang sudah ada pasarnya tersendiri, tentunya mendorong terjadi peningkatan permintaan tersebut.

“Kemarin sedikit meningkat khususnya untuk sepeda listrik LeBui ini, dan lainnya masih dalam proses. Karena memang harus kita genjot itu standarisasinya dulu,” katanya.

Nantinya, untuk standarisasi akan dikoordinasikan dengan Dinas Perindustrian dan Kementerian Perindustrian agar bisa diproduksi masal. Selama ini yang baru bisa difasilitasi merknya saja di Kemenkumham oleh pemerintah daerah.

“Baru merk saja yang difasilitasi, sekarang tinggal produknya saja kita usahakan,” imbuhnya.

Produk sepeda listrik dengan memiliki SNI, menunjukkan bahwa produk sepeda listrik buatan lokal NTB sudah terjamin kualitasnya dan memenuhi standar dari pemerintah, dalam rangka memberi jaminan keamanan dan keselamatan bagi penggunanya.

BACA JUGA :  Perajin Tahu dan Tempe Diminta Gunakan Kedelai Lokal

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian NTB Nuryanti mengatakan, selama pandemi Covid-19 permintaan untuk sepeda listrik NTB cukup banyak. Karena memang pasarnya sudah ada, sehingga IKM yang membuat tinggal memenuhi permintaan tersebut, terlebih dari segi kualitas sudah teruji.

“Selama pandemi masih ada pesan dari luar NTB yang banyak juga pesan-pesan tamu yang sudah berkunjung ke NTB dan ada juga dari BUMN seperti PLN,” katanya.

NTB punya 3 IKM sepeda listrik dan sekarang ini sedang produksi sepeda listrik Matric B. Selain itu untuk perizinan uji kelayakan sudah dalam proses untuk ketiga IKM ini begitu juga dengan merk sepadanya.

“Sudah dalam proses e-katalog, sehingga bisa menjadi belanja-belanja pemerintah daerah,” ujarnya. (dev)