Sepeda Listrik “Matric-B” Inovasi PLN Unit UP3 Bima

SEPEDA LISTRIK: Ini model sepeda listrik “Matric-B” inovasi dari PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bima yang bekerjasama dengan Dinas Perindustrian Provinsi NTB.(ist)
SEPEDA LISTRIK: Ini model sepeda listrik “Matric-B” inovasi dari PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bima yang bekerjasama dengan Dinas Perindustrian Provinsi NTB.(ist)

BIMA – Setelah muncul motor listrik dari Sumbawa, sepeda listrik Le-Bui dari pulau Lombok, kini Kota Bima juga memiliki sepeda listrik yang merupakan inovasi dari PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bima yang bekerjasama dengan Dinas Perindustrian Provinsi NTB.
Dengan mengusung konsep vintage chopper electric bike, maka lahirlah sepeda listrik “Matric-B”. Matric-B merupakan singkatan dari ”Mbojo Electric – Bicycle”. Manager PLN UP3 Kota Bima, Maman Sulaeman mengatakan, saat ini di pasaran sudah banyak ditemukan sepeda listrik yang terlihat seperti sepeda pada umumnya atau tidak terlihat aerodinamis. Untuk itu, Tim PLN UP3 Bima berinovasi agar sepeda listrik ini dapat menarik perhatian masyarakat. Mengingat tim-tim yang tergabung dalam proses pembuatan sepeda listrik ini adalah anak muda, maka terpilihlah gaya klasik modern yang berbeda dengan sepeda listrik yang ada di pasaran.
Matric-B yang memiliki daya 1000 watt ini, berbeda dengan sepeda listrik lain yang masih menggunakan baterai kering. Matric-B menggunakan baterai lithium yang memiliki daya baterai yang panjang dan bisa diganti. Selain itu juga, lampu dari Matric-B menggunakan LED sehingga aman jika digunakan pada malam hari. Ia mengatakan proses pembuatan sepeda listrik ini memakan waktu tiga bulan untuk memastikan uji kelayakan peralatan dan termasuk bahan-bahan yang akan digunakan seperti casing dan baterai. “Setelah diuji beberapa kali, didapatkanlah prototipe sepeda listrik seperti ini yang kita namakan “Matric-B”. Ini memang butuh waktu tiga bulan supaya kita bisa mewujudkan yang kita inginkan mulai dari desain awal sampai proses akhirnya,” jelasnya.
Ia mengatakan, mengingat misi dari Pemerintah Provinsi NTB yang ingin menciptakan NTB yang akrab dengan teknologi dan industri, maka Pemprov NTB mendukung program-program seperti ini dan mengajak masyarakat untuk terlibat baik dari segi pembuatan maupun pemakaian. “Harapan kami, IKM yang ada di Bima-Dompu bisa ikut mensukseskan. Karena nanti bisa lebih memasarkan dan juga lebih banyak yang merasakan memanfaat sepeda listrik ini,” terangnya.
Maman berharap, dapat segera membina IKM dan UMKM di daerah ini. Kedepannya Ia juga menginginkan agar bekerjasama dengan Dinas Perindustrian Kabupaten/Kota Bima agar mulai memberikan pelatihan kepada IKM tersebut. “Sehingga saat ada tambahan pesanan produk, jadi bukan hanya PLN Bima yang mengerjakan, cukup mitra binaan saja yang mengerjakan. Kita cukup masalah uji akhir maupun diperakitan kelistrikannya,” harapnya.
Terakhir, Maman mengajak masyarakat khususnya generasi muda Bima dan Dompu untuk bersemangat menciptakan produk-produk yang bisa mengharumkan nama daerah baik di provinsi maupun di seluruh Indonesia. “Sehingga nama daerah kita bisa dikenal luas di seluruh NTB dan seluruh Indonesia. Kita yakin masyarakat Mbojo bisa mewujudkan ini dan kita dukung sama-sama program dari Pemerintah Provinsi NTB menuju NTB Gemilang,” tutupnya.
Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Hj. Nuryanti, SE, ME menyampaikan apreasiasinya kepada PLN UP3 Bima atas keberhasilannya menciptakan Matric – B. Matric B dapat menjadi peluang usaha di Bima. “Dengan bermitra dengan IKM lokal setempat, pemasaran produksinya melalui E-Catalog, industri ini pasti akan menyerap banyak tenaga kerja,” ujar Nuryanti.
Nuryanti juga berharap agar seluruh pihak, terus membangun ekosistem penggunaan kendaraan listrik. Terus berinovasi untuk memproduksi kendaraan yang ramah lingkungan, khususnya kendaraan listrik untuk menyambut event MotoGP pada tahun 2021. “Harapan kami, dapat dilakukan transfer knowledge ke IKM NTB, baik berupa pelatihan, transfer ilmu dan transfer teknologi supaya Matric – B bisa masuk dalam industrialisasi skala kecil,” katanya. (hms/sal)