Seorang TKW Asal Tebaban Mengaku Disiksa Majikan

PERHATIAN : Pemkab Lombok Timur berjanji akan memperhatikan ribuan TKI asal Lombok Timur yang dipulangkan dari negara tempat mereka bekerja karena pandemi Covid-19. (Dok/Radar Lombok)

SELONG – Seorang TKW asal Desa Tebaban Kecamatan Suralaga, Sitti Linda Ekayati, mengaku disiksa majikannya saat bekerja sebagai TKW di Arab Saudi. Ia pulang dalam kondisi kondisi buta dan bahkan tuli.

Linda dipulangkan Jumat (29/10) lalu. di bagian kepalanya terdapat benjolan diduga tumor. Keluarga mencurigai jika itu adalah bekas pukulan benda keras.”Dari hasil pemeriksaan di rumah  sakit Arab Saudi, benjolan di kepalanya itu adalah tumor sehingga harus dioperasi,” kata Hilwatun Naim, keluarga Linda, kemarin.

Keluarga mengaku tidak pernah bisa mengontak korban. Bahkan saat korban sakit, keluarga di Tebaban menerima informasi dari seorang kerabat yang bekerja di Saudi.

Linda sendiri tidak berkomentar banyak terkait kejadian yang menimpanya. Ia terlihat masih trauma. Namun diakuinya benjolan di kepalanya disebabkan karena telah dipukul oleh majikannya.” Saya dipukul karena saya tidak mau diajak  untuk berhubungan intim,” tuturnya.

Ia berangkat ke Arab Saudi pada bulan Februari 2020 melalui perantara seorang calo. Korban tidak terdaftar alias lewat jalur ilegal.

Sementara itu ada ribuan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Lombok Timur yang dipulangkan dari negara tempat mereka bekerja karena alasan pandemi Covid-19. Sebagian besar adalah TKI Malaysia. Pemkab Lotim menegaskan akan memberikan perhatian penuh terhadap mereka. “Para TKI kita tetap kita perhatikan. Misalnya ketika mereka dipulangkan dari negara tempat bekerja. Kita jemput langsung ke bendara. Setelah itu kita siapkan mereka tempat termasuk kita berikan mereka makan dan kebutuhan lainnya selama mereka di isolasi. Tapi setelah mereka pulang ke rumah hubungan kita putus,” kata Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy, kemarin.

Pemda akan tetap berupaya memberikan perhatian setelah mereka tidak lagi bekerja di luar negeri. Terutama memastikan seperti apa kondisi mereka dan apa kesulitan yang mereka hadapi saat ini. Kalau mereka kekurangan bahan pangan, Pemda siap memberikan bantuan.”Mudah – mudahan kita tetap bisa bantu mereka. Apalagi kita punya stok beras yang cukup untuk kita berikan ke mereka. Makanya kita minta dinas terkait untuk turun memantau kondisi para (mantan) TKI kita ini,” jelas Sukiman.

Ia juga meminta para Kades untuk mendata dan melihat kondisi para TKI di wilayahnya masing- masing. Berbagai persoalan di lapangan supaya dilaporkan ke Pemkab Lotim.” Yang pasti kita tetap punya tanggung jawab dan memberikan perlindungan,” jelasnya.(lie)