Seorang Pekerja Keras dan Tulus, Demi Tuntaskan Tugas

TURUN LANGSUNG: Kadis LHK Lotim, Mulki (memegang sapu dan memakai helm), terlihat langsung turun mengawal anak buahnya yang sedang bekerja. Meskipun Kadis, dia tidak sekedar main tunjuk atau perintah saja (JALAL/RADAR LOMBOK)

Mengemban amanah sebagai Kepala Dinas (Kadis) di SKPD tentu tidak mudah. Hendaknya seorang Kadis memiliki niat tulus, semangat tinggi, dan pekerja keras, guna melaksanakan program kedinasannya. Tiga hal ini ternyata ada pada diri Mulki, Kadis Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Lotim.

 

 


JALALUDIN – LOTIM


 

MENJADI Kadis atau Kepala SKPD pasti identik dengan seorang pejabat yang selalu berpakaian rapi, menggunakan fasilitas mewah, selalu ingin dihormati, hanya main perintah, dan belum tentu mau turun lapangan. Padahal, hakikat menjadi seorang pemimpin itu adalah harus menjalankan amanah yang dititipkan padanya, dan harus menuntas semua tugas yag diemban. Meski harus mempertaruhkan segalanya, bahkan nyawa sekalipun.

Menjadi Kadis, seseorang itu harus memiliki tiga sifat, yakni niat yang tulus, semangat kerja yang tinggi, dan pekerja keras. Ketiga sifat ini dimiliki oleh Mulki, 39 tahun, asal Puyung, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Loteng. Bapak tiga putra yang selalu berpenampilan sederhana ini, sejak memimpin KKTK Lotim awal 2016 lalu, seakan berhasil memberikan ruh baru bagi lembaga yang khusus mengurusi sampah dan penataan Kota Selong (Ibukota Lotim).

[postingan number=3 tag=”features”]

Layaknya daerah-daerah tak maju di negeri ini, Kota Selong awalnya merupakan kota kecil yang kumuh, dengan penataan yang semerawut. Lambat laun dibawah kepemimpinannya, pria lulusan STPDN Bandung tahun 2000 ini kemudian mulai melaksanakan berbagai program riil bagi perubahan Kota Selong, dan Lotim pada umumnya.

Selain fokus pada penanganan sampah dengan menambah personel di lembaga yang dipimpinnya hingga mencapai 322 orang, serta menyentuh titik-titik yang tidak pernah tersentuh sebelumnya, hingga melaksanakan penertiban PKL dan menata kota.

Bahkan pada awal kepemimpinannya, dia banyak dibenci oleh para pedagang, khususnya PKL, lantaran seringnya dia menggusur dan melakukan penertiban terhadap para PKL. Sehingga banyak pihak yang memiliki penilaian negatif tentang pemimpin muda yang dianggap tidak memihak rakyat kecil ini.

Namun belakangan Mulki ternyata berhasil membuktikan diri melalui kinerjanya, sehingga kemudian Kota Selong ditetapkan sebagai juara dua sebagai Kota Terbersih di Indonesia dari Kementerian PU. Bahkan kemudian berhasil mendapatkan bantuan satu unit alat berat dan satu unit dum truk, serta dana sebesar Rp. 5 miliar guna mendukung program dinas yang dipimpinnya.

“Hendaknya Pak Mulki ini bisa menjadi contoh bagi para Kepala SKPD lain, yang tidak mengenal hujan angin dan badai demi menjalankan tugas dan kewajibannya,” kata Ketua DPRD Lotim, H. Khairul Rizal, ST. M.Kom, memberikan tanggapannya tentang prestasi Kadis LHK Lotim ini.

Gaya kepemimpinan yang enerjik dan tegas, serta berani dari seorang Mulki, wajar kalau kemudian mendapatkan apresiasi dari orang nomor satu di DPRD Lotim ini. Betapa tidak, Mulki telah berhasil menunjukkan prestasi yang tidak dimiliki oleh Kepala SKPD lainnya di Lotim, hingga mampu mengubah wajah Kota Selong dalam kurun waktu singkat, bahkan mendapatkan anugerah penghargaan dari Pemerintah Pusat.

“Seperti kata Bupati Lotim, meski tidak memiliki SPPD (uang bensin), pejabat itu harus tetap turun, dan bahkan rela menggunakan uang pribadinya. Jangan hanya duduk manis dibelakang meja, serta menerima proposal,” imbuh Khairul.

Bahwa menjadi Kepala SKPD itu lanjut Kharul, harus banyak terjun lapangan, sehingga mengetahui betul berbagai kondisi yang dihadapi dalam program yang dilaksanakan. Jika seorang kepala SKPD tidak banyak terjun, maka menurutnya pimpinan SKPD tersebut tidak akan dapat menjalankan programnya dengan baik, alias gagal dalam memimpin SKPD. (bersambung)