Senyum Danny Tanggapi Polemik Tokoh Gerindra

Danny Karter Febrianto (DERY HARJAN/RADAR LOMBOK)

TANJUNG–Ketua DPC Gerindra KLU Danny Karter Febrianto angkat bicara terkait polemik di internal partainya belakangan ini.

Di mana ada perang pernyataan antara Ketua Dewan Pembina DPC Gerindra KLU Nasrudin dengan Ketua OKK DPD Gerindra NTB Sudirsah Sujanto. Nasrudin menyebut Sudirsah terlalu ikut campur dalam setiap kebijakan yang akan diambil ketua DPC. Sampai-sampai Danny disebut sekadar jadi pion.

Terkait isu itu, Danny menjawab santai, bahwa itu hanya masalah miskomunikasi. “Kalau saya melihat ada kesalahpahaman antara kedua tokoh kita, yaitu Nasrudin selaku pembina Partai Gerindra dan Sudirsah selaku Ketua OKK Partai Gerindra NTB,” ujarnya sembari senyum, Selasa (26/4).

Permasalahan tersebut kata Danny sudah diselesaikan dengan cara duduk bersama antara para kader Gerindra. “Mudah-mudahan ke depan Partai Gerindra masih tegak lurus satu komando dan solid dalam persiapan kontestasi di 2024 nanti,” ujarnya.

Danny juga mencoba meluruskan bahwa sejauh ini kewenangannya selaku ketua DPC tidak pernah diambil alih oleh siapapun. Termasuk oleh Sudirsah. “Berkaitan dengan kewenangan saya, semua sudah berjalan sesuai koridor masing-masing,” ujarnya santai.

BACA JUGA :  Pemerintah KLU Raih Opini WTP Ketujuh

Adapun dalam setiap mengambil kebijakan, diakui Danny kerap berkonsultasi dengan Sudirsah, sebab dirinya baru selaku ketua DPC. Sementara Sudirsah adalah mantan ketua DPC. “Ini kan masih masa transisi kepemimpinan di KLU. Pak Sudirsah kan sudah dua periode memimpin Partai Gerindra di KLU, sementara saya baru empat bulan yang lalu. Masa transisi ini tentu membutuhkan arahan dari ketua DPC yang lama. Beliau juga kan kapasitasnya sebagai ketua OKK,” jelasnya.

Kemudian terkait kabar Danny selaku Wabup KLU yang dinilai cenderung tidak mendapatkan peran dalam pemerintahan, Danny juga membantah. “Sejauh ini pemerintahan kami, Bapak Djohan Sjamsu dan saya Alhamdulillah berjalan dengan baik. Dinamika yang terjadi kami tetap berupaya menuntaskan visi misi kami sejauh ini,” ujarnya.

Antara Bupati, Wakil Bupati ataupun dengan Penjabat Sekda dan semua OPD sudah memiliki peran masing-masing dan tidak ada istilah tidak diberikan peran dalam pemerintahan. “Porsinya sudah jelas antara Bupati dan Wakil Bupati dan kami tetap solid untuk mengawal pemerintahan ini dengan baik,” tegasnya.

BACA JUGA :  51 Difabel di Pemenang Mendapat Paket Sembako

Kemudian terkait isu pergantian Ketua DPRD KLU Nasrudin oleh Gerindra, Danny mengaku belum dapat memastikan. Tetapi yang jelas, pergantian itu adalah hal lumrah. Dan jikapun benar ada pergantian, maka Danny meminta semua pihak harus bisa menerima. “Di dalam berpartai tentu ada dinamika. Siapapun nanti ketua yang diamanahkan oleh partai, tentu kita harus sama-sama saling menghormati. Ini adalah hal yang lumrah dalam partai ada pergantian-pergantian,” ujarnya.

Tujuannya tidak lain adalah untuk memberikan kesempatan bagi kader yang memiliki potensi atau prestasi untuk bisa mengemban amanah seperti. “Ini menandakan bahwa partai Gerindra bukan otoriter. Yang menjadi ketua bukan itu-itu saja. Intinya tidak ada jabatan yang abadi,” jelasnya. (der)