“Sensasi Senggigi”, Cara Pemuda Hidupkan Pariwisata Senggigi

Tempat Indah Nikmati Sunset

senggigi
Senggigi Sensation: Suasana dikawasan pantai Senggigi setelah adanya Sensasi Senggigi yang diciptakan oleh Karang Taruna Pemuda Senggigi Bersatu.

Kawasan wisata Senggigi kini tak seramai dulu. Nah, tidak ingin terus-terusan sepi, para pemuda setempat melakukan banyak hal. Lewat lembaga Karang Taruna, mereka ikut menggeliatkan Senggigi.


ZULFAHMI-LOMBOK BARAT


Garis sempadan pantai di sekitar Hotel Santosa Senggigi sudah lama tidak terus, setelah hotel ternama di tutup operasional. Kondisi pantai tidak terurus, padahal tempat inilah inti spot Senggigi, terutama sore harinya yang indah. Nah, prihatin atas kondisi ini, pemuda  yang tergabung dalam Karang Taruna “Senggigi Bersatu” membuat inovasi dengan menciptakan tempat santai yang sangat menarik bagi para pengunjung pantai.

Sensasi  Senggigi (Senggigi Sensation) adalah nama gerakan yang dilakukan oleh mereka. Inovasi ini dimotori oleh sembilan anak muda yang dipimpin ketua Karang Taruna, Fathul Aziz. Mereka mesti melakukan sesuati setelah melihat Senggigi yang mati suri pasca bencana gempa tahun lalu.” Kita memanfaatkan lokasi yang mati di kawasan Hotel Santosa untuk membuat tempat tongkrongan,” ungkapnya kemarin.

BACA JUGA: Pariwisata Senggigi Meredup

Kondisi Senggigi saat ini membuat banyak pemuda nganggur. Kondisi ini bila dibiarkan lama akan menimbulkan banyak persoalan sosial.” Daripada dibiarkan tidak terurus, kita manfaatkan saja tempat yang mati, karena hotelnya sudah tutup,” jelasnya.

Setelah sepakat, mereka kemudian menyulap  sempadan pantai dengan berbagai pernak-pernik yang membuat kawasan pantai menjadi lebih indah pada sore hari atas dukungan dari desa melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Karang Taruna diberikan suntikan dana sekitar Rp 55 juta untuk mengelola kawasan tersebut. Pengurus Karang Taruna mengajukan permohonan dana, lalu pihak Bumdes setuju. Dari dana itu, diadakan food corner (pojok makanan). Lokasi ini dapat diakses dari Pasar Seni Senggigi. Atau bisa juga lewat pintu pantai samping Killa Hotel.

Enam gerobak yang ada dimanfaatkan untuk tempat berjualan makanan. Sedangkan satu rombong dimanfaatkan untuk menjual minuman.” Yang jualan ada sembilan orang, tujuannya agar modal yang dipinjam bisa segera dikembalikan,” tegasnya.

Banyak kelebihan yang bisa didapatkan oleh para pengunjung ketika datang ke tempat ini. Selain bisa menikmati sunset, para pengunjung yang punya hobi membaca juga bisa tetap mendapatkan informasi-informasi dan ilmu pengetahuan dengan cara membaca buku yang sudah disediakan.”Selain bisa menikmati sunset, pengunjung bisa sambil membaca  dan  mendapatkan quality time dengan keluarga dan pasangan,” imbuhnya.

BACA JUGA: Tenda Pria dan Wanita di Rinjani Bakal Dipisah

Sudah hampir satu pekan “Sensasi Senggigi” dibuka, angka kunjungan dari masyarakat melebihi ekspektasi. Dimana pada hari pertama sebelum Lebaran Topat, omset mencapai Rp 4 juta. Selama satu pekan pengelola memikirkan pangsa pasar dan waktu operasional. “Saat lebaran ketupat, kami buka pagi, tidak ada pengunjung satupun,” tuturnya.

Dari hasil usaha, sebesar 10 persen disumbangkan ke masjid, sebanyak 50 persen untuk pengembalian kepada Bumdes. Sedangkan yang 40 persen untuk diberikan kepada pengelola.”Ini adalah cara kami untuk menghidupkan kembali Senggigi,” tegasnya.

Azis menambahkan, pihaknya akan terus berusaha meningkatkan kualitas pelayanan, dari hasil evaluasi yang sudah dilakukan, banyak memang masukan dari pengunjung. Salah satunya ada yang meminta live music.(*)