Senior Golkar Lale Suryatni Dukung Ahyar Abduh

DUKUNGAN MORIL: Tokoh Senior Golkar Hj. Lale Suryatni atau akrab disapa Lale Kuning menyambangi Ahyar Abduh, di Pendopo Wali kota Mataram, Rabu (22/7) malam. (AHMAD YANI/RADAR LOMBOK)
Advertisement

MATARAM–Anggota Dewan Pertimbangan DPD I Golkar NTB Lale Suryatni mendukung Wali Kota Mataram Ahyar Abduh sebagai calon Ketua DPD Golkar NTB periode 2020-2025.

Rabu (22/7) malam, mantan Anggota DPR RI dapil NTB itu bertandang ke Pendopo Wali Kota Mataram. Tokoh senior Golkar yang akrab disapa Lale Kuning itu bertemu Ahyar Abduh memberikan dukungan moril kepada Ahyar untuk maju dalam pencalonan pada Musda X Golkar. “Sebagai tokoh senior dan orang tua di Golkar NTB, saya ingin memberikan dukungan moril ke beliau sebagai calon Ketua Golkar,” katanya.

Ia menilai figur Ahyar Abduh sebagai kader penyabar. Selaku tokoh yang malang melintang di dunia politik, Lale paham karakteristik Wali Kota Mataram dua periode itu. “Beliau ini salah satu kader Golkar yang pernah saya bina,” ucap mantan Anggota DPRD NTB empat periode ini.

Lale mengaku merasa terpanggil melihat kondisi Golkar NTB saat ini. Di mana Musda X terus mengalami penundaan. Dikhawatirkan itu berimbas terhadap kesiapan Golkar menghadapi Pilkada serentak tujuh kabupaten/kota di NTB 2020.

Lale berharap Musda berjalan baik, termasuk mendorong cara-cara yang baik dalam berpolitik. Dan Golkar semestinya memberikan contoh baik kepada masyarakat. “Seharusnya semakin maju dan jadi panutan. Saya prihatin melihat kondisi Golkar NTB saat ini,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, dirinya juga punya penilaian tersendiri atas kinerja kepengurusan DPD Golkar NTB di bawah komando Suhaili FT, Bupati Lombok Tengah dua periode itu.

Dari 10 kabupaten/kota, Golkar hanya memperoleh kursi ketua DPRD di Kota Mataram dan Bima. Bahkan di Lombok Tengah sendiri Golkar harus puas pada posisi kedua, kalah dari Gerindra. “Tentu ini menjadi catatan tersendiri atas kepemimpinan Suhaili,” ucapnya.

Sementara itu, Ahyar Abduh mengaku, pertemuannya dengan Lale Suryatni merupakan silaturahmi biasa. Ibarat pertemuan antara ibu dan anak. Terlebih, tokoh senior asal Lombok Tengah ini dinilai sebagai politisi panutan bagi kader Golkar. Kehadiran Lale Suryatni dinilai sebagai bentuk perhatian terhadap soliditas partai saat ini. “Beliau ini sudah saya anggap Ibu sendiri,” jelasnya.

Ahyar menilai dinamika di Golkar NTB sebagai hal biasa dalam politik. Ia berharap masing-masing punya semangat kebersamaan dan kekompakan. Siapapun kader yang mencalonkan diri di Musda, adalah sama-sama memiliki niat dan ikhtiar membangun dan membesarkan Golkar di NTB. “Sebagai kader tentu ikhtiar saya ingin membesarkan dan memajukan Golkar di NTB,” pungkasnya. (yan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid