Senanga Diresmikan Jadi Jalur Pendakian Rinjani

DIRESMIKAN: Bupati KLU Djohan Sjamsu bersama Wakil Ketua II DPRD KLU Mariadi memukul gong sebagai simbolis peresmian Senanga jadi jalur pendakian Rinjani. (IST/PROKOPIM)

TANJUNG–Jalur Senanga di Dusun Pegaduhan, Desa Sambik Elen, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara (KLU) diresmikan jadi jalur pendakian Rinjani.

Persemian dihadiri langsung Bupati KLU Djohan Sjamsu, Wakil Ketua II DPRD KLU Mariadi, Kasi TNGR Wilayah I Teguh Rianto, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata KLU Ainal Yakin, Camat Bayan Dende Peniwani, Kades Sambik Elen Muhammad Katie, dan para tokoh masyarakat.

Kades Sambik Elen, Muhammad Katur mengungkapkan, dibukanya jalur pendakian TNGR melewati Senanga dihajatkan mampu menarik wisatawan. “Ke depan kita harapkan pemerintah daerah membangun infrastruktur terutama jalan, mengingat akses ke lokasi ini sangat jauh dan terjal,” ungkapnya, Senin (20/9).

Jalur pendakian TNGR di pintu masuk Senanga berjarak tempuh sekitar 6 jam dari jalan raya. Jalur ini memiliki kelebihan dari jalur lain yaitu banyak titik sumber air bagi para pendaki.

BACA JUGA :  Kasus RSUD KLU Selangkah Lagi Penetapan Tersangka

Dengan ditetapkannya Senanga jadi jalur pendakian, maka tercatat ada tiga jalur pendakian ke Rinjani yakni Senaru, Torean, dan Senanga. Semakin banyaknya jalur pendakian yang ada di KLU tentu akan semakin menarik pengunjung dengan rasa penasaran melintasi jalur-jalur tersebut. “Jalur pendakian Senanga yang ada di Desa Sambik Elen cukup bagus dan dekat. Ke depannya tinggal dibangunkan infrastruktur terutama jalan serta fasiltas umum lainnya,” terang Bupati KLU Djohan Sjamsu saat peresmian, Minggu (19/9).

Diungkapkan, Bayan adalah kecamatan paling luas di KLU. Bayan memiliki potensi sangat banyak selain menjadi pendakian ke Rinjani. Potensi tersebut berupa berbagai komoditas pertanian khas, seperti mete, kopi, kakao, hingga porang. “Bayan memiliki potensi yang luar biasa yang harus diprioritaskan ke depan,” katanya.

BACA JUGA :  PPNI Diminta Awasi Kualitas Pelayanan di Gili Matra

Apalagi pada pandemi covid-19 ini pariwisata terdampak hebat. Adapun pertanian tak begitu terdampak. Sehingga ke depan pemerintah fokus pada sektor pertanian dalam arti luas untuk mendongkrak kembali pertumbuhan ekonomi masyarakat. “Manfaatkan sumber daya alam sekeliling kita, terutama pertanian. Insyaallah masyarakat tidak ada yang lapar dan pertanian ini sangat bermanfaat bagi keberlangsungan kehidupan keluarga kita ke depan,” imbuhnya.

Ia juga berpesan kepada kelompok sadar wisata (pokdarwis) setempat bisa berkreasi mendatangkan wisatawan. “Mari kita bangun KLU bersama-sama dengan kompak bersatu, banyak persoalan daerah ini yang membutuhkan sinergi antara pemerintah dengan masyarakat,” harapnya. (flo)